| Radang Prostat Bisa Ganggu Kesuburan |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 17 November 2008 01:59 | |||
|
Ukurannya hanya sebesar biji kenari, tetapi prostat bak senjata ampuh bagi pria. Kelenjar ini menghasilkan air mani yang menjaga sperma tetap hidup. Jika mengalami gangguan bukan main akibatnya.
Masih banyak pria yang belum menyadari pentingnya menjaga kelenjar prostat. Padahal, prostat vital bagi pria. Salah satu gangguan itu adalah prostatitis atau radang prostat, yang membuat prostat meradang dan membengkak.
Pasien biasanya mengeluh nyeri di bagian pelviks. Gejala lain serupa flu, antara lain demam dan badan meriang. Fadil, karyawan di kawasan Mangga Dua, Jakarta, sempat bingung dengan gejala aneh yang dialaminya. "Demam, tetapi kok kalau kencing terasa perih, ya?" tanyanya. Setelah periksa ke dokter, baru ketahuan kalau ia menderita radang prostat. "Untungnya belum parah, jadi masih bisa diobati," ujarnya. Pria muda lebih rentan Dalam kondisi parah, sering dijumpai rasa sakit sewaktu berhubungan seksual dan ada darah dalam sperma, sehingga menurunkan fungsi seksual. Untung penyakit ini tidak menulari pasangan. "prostatitis sering diakibatkan bakteri Escherichia coli dan Klesiella, Enterobakteri, Pseudomonas, Streptokokus. Bisa juga disebabkan virus. Pada beberapa kasus, prostatitis disebabkan kuman akibat berhubungan seksual yang tidak aman," kata Dr. Harjono Djatioetomo, Sp.And, ahli andrologi dari RS Omni Pulomas, Jakarta. Pria usia produktif rentan menderita penyakit ini, tetapi pria usia lanjut juga bisa mengalaminya. Pada pria usia lanjut, biasanya kelainan bersifat menahun. Kemungkinan pria terserang prostatitis lebih besar jika memiliki faktor risiko, seperti pernah mengalami masalah pada saluran kemih. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini bisa membuat saluran kencing mampat, alias si pasien tak bisa buang urin. Lebih dari itu, juga dapat mengganggu kesuburan. Pada beberapa orang, bakteri penyebab prostatitis dapat menyebar ke dalam aliran darah. Ada kekhawatiran prostatitis dapat menjurus menjadi kanker prostat. Syukurlah, tidak ada bukti ilmiah mengenai hal itu. Meski penderita memiliki kadar prostate specific antigen (PSA), yaitu enzim kelenjar prostat, yang dapat mengindikasikan adanya kanker prostat di atas normal, bukan berarti penderita prostatitis terkena kanker. Ada baiknya penderita melakukan pemeriksaan kadar PSA setelah prostatitisnya diobati. Perlu antibiotika Ada beberapa tahap prostatitis. Cara membedakannya dengan melakukan tes pada cairan prostat. "Prostat akan dipijat, sehingga mengeluarkan cairan. Cairan ini akan diperiksa di labotarium untuk menentukan tahapan penyakit," tuturnya. Membedakan tahap-tahap prostatitis penting untuk mengetahui terapi yang tepat. Umumnya prostatitis diobati dengan antibiotika. "Tentu tidak bisa sembarang antibiotik. Jenis antibiotiknya berbeda-beda, tergantung jenis bakteri di prostat," tambahnya. Untuk prostatitis yang menyerang pria muda, dapat diatasi dengan antibiotika. Untuk yang menahun juga dengan antibiotika, meski tingkat keberhasilannya rendah. Lamanya terapi dengan antibiotika tergantung dari tahap penyakitnya. Jika ringan, terapi bisa beberapa minggu saja. Namun, jika sudah lebih berat, antibiotika dapat diteruskan hingga 12 minggu. Terapi ini dapat disertai dengan obat jenis lain untuk membantu mengurangi gejala. Jenis obat seperti alpha blocker digunakan untuk memperlancar urin bagi pasien yang mengalami susah buang air kecil. Obat jenis penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri. Ada pula prostatitis yang tidak disebabkan infeksi. Pengobatan pada jenis ini justru sulit karena penyebabnya tidak diketahui. Obat-obatan pengurang rasa sakit Bering diberikan, sehingga pasien merasa nyaman sampai penyebab peradangannya diketahui. Tak harus dibedah Kabar baik bagi penderita prostatitis, penyakit ini bisa diobati. Tindakan bedah sangat jarang dilakukan, bahkan Dr. Harjono tidak menyarankan tindakan operasi. Alasannya, operasi dapat menyebabkan kuman menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. Kabar buruknya, pria yang sudah pernah terserang prostatitis, akan rentan untuk terkena penyakit ini lagi. Pengobatan yang telah dilakukan mungkin tidak dapat menghabisi kuman penyebab penyakit ini dengan tuntas. Bisa juga karena pasien berhenti minum obat sebelum waktunya. "Pasien merasa baikan, lalu menghentikan pengobatan," imbuhnya. Jika ini terjadi, pasien terpaksa harus menjalani pengobatan ulang dengan waktu lebih lama, agar pengobatan tuntas dan mencegah infeksi lainnya. Pakai akupuntur Suplemen dapat digunakan untuk mengatasi prostatitis. Suplemen berisi ekstrak bunga polen atau zinc sudah digunakan lebih dari 25 tahun untuk membantu pengobatan prostatitis di negara-neqara di Eropa. Pengobatan alternatif yang dapat ditempuh adalah akupuntur. Teknik ini telah digunakan untuk mengatasi prostatitis sejak 2.000 tahun lalu. Dalam filosofi pengobatan tradisional Cina, penyakit terjadi karena adanya aliran energi yang tidak lancar dalam tubuh. Pada radang prostat, akupuntur dilakukan untuk melancarkan aliran energi, terutama di bagian bawah perut dan genital. Tujuannya untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Titik yang akan dituju adalah bagian bawah perut, pinggang, dan kaki. Beberapa penelitian menyebutkan, akupuntur aman dan efektif dalam menangani masalah prostatitis. Cara sederhana mencegah prostatitis, yaitu menjalankan pola hidup sehat. Konsumsi buah sumber antioksidan yang penting bagi prostat, seperti tomat dan alpukat, serta kacang-kacangan. "Tidak lupa rutin memeriksakan kesehatan prostat ke dokter agar lebih dini diketahui," kata Dr. Harjono. Gaya Hidup vs Prostatitis Jika Anda merasa mengalami gejala radang prostat, segera berkonsultasilah ke dokter, tepatnya ke dokter spesialis andrologi atau urologi. Beberapa gaya hidup sehat berikut juga dapat Anda lakukan untuk mengurangi gejala dan risiko radang prostat: • Minum air putih dan beristirahat yang cukup. Ini akan mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses pengobatan. • Kurangi konsumsi minuman beralkohol dan makanan pedas. • Berhubungan seksual yang aman (tidak gonta-ganti pasangan) dengan waktu yang teratur. • Jika ingin bersepeda, gunakan celana khusus bersepeda untuk mengurangi tekanan pada prostat. • Berendam air hangat. Air hangat dapat mengurangi rasa nyeri dan "menenangkan" otot perut bagian bawah. • Konsumsi banyak makanan yang berserat seperti sayuran, buah-buahan, dan gandum. Jangan lupa banyak minum air untuk mencegah konstipasi atau susah buang air besar. • Hindari makanan berkadar gula tinggi, makanan olahan, gorengan, junk food, dan kafein (terkandung dalam kopi, minuman berkarbonasi, minuman energi). • Konsumsi makanan segar dan bukan olahan seperti frozen food atau makanan kalengan. • Seringlah mengonsumsi kubis-kubisan (kol, kembang kol, brokoli, dll). Beberapa hasil penelitian menyebutkan, pria yang sering mengonsumsi kubis-kubisan berisiko rendah menderita gangguan prostat. • Cukupi kebutuhan lemak esensial. Asam lemak omega3 dan mineral seng dapat mengurangi gejala gangguan prostat. • Tidak ada salahnya mengasup suplemen yang mengandung zinc. Zinc merupakan zat yang berperan penting bagi kesehatan prostat. Selain itu, zinc juga dapat mencegah infeksi. Untuk dosis yang tepat, sebaiknya konsultasikan dulu dengan ahli medis. Tanpa Gejala Hingga Bersifat Akut Ada beberapa tahap prostatitis, yaitu prostatitis bakterial akut, prostatitis bakterial kronis, prostatitis nonbakterial kronis atau sindrom pelviks kronis, dan prostatitis inflamasi asimtomatik • Prostatitis bakterial akut atau acute bacterial prostatitis (ABP) Peradangan pada kelenjar prostat yang disebabkan bakteri seperti Escherichia coli dan Klebsiella. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat berakibat fatal dan menyebar ke dalum aliran darah. Pada tahap ini biasanya cukup diobati dengan antibiotik. • Prostatitis bakterial kronis atau chronic bacterial prostatitis (CBP) Infeksi dan peradangan pada prostat yang berulang. Terjadi jika seseorang pernah mengalami ABP. Diduga disebabkan bakteri yang masih bersarang, meski sudah dilakukan penanganan ketika seseorang terkena ABP. Bisa dibilang tahap ini lebih ganas dan waktu pongobatannya lebih lama daripada ABP. Gejalanya tidak terlalu terlihat jika dibandingkan dengan ABP. Sama seperti prostatitis bakterial akut, tahap ini dapat ditangani dengan antibiotika. • Nonbakterial prostatitis atau sindrom pelviks kronis atau prostatodinia Jenis yang satu ini adalah peradangan pada protat tanpa disertai infeksi bakteri. Pasien pada tahap ini biasanya hanya diberi obat penghilang rasa sakit untuk mengurangi nyeri. • Prostatitis asimtomatis Adalah kasus prostatitis tanpa gejala peradangan maupun infeksi bakteri. Namun, karena penyebabnya tidak diketahui, tidak bisa ditentukan pengobatannya secara tepat. Sakit Saat Ejakulasi Gejala prostatitis bakteri akut biasanya terjadi begitu saja, antara lain: • Menggigil. • Demam. • Gangguan kencing. • Nyeri sendi. • Nyeri tulang belakang. • Sakit pada otot. • Nyeri pada penis, testikel, dan daerah sekitar skrotum dan rektum. • Merasa sakit ketika ejakulasi. • Perasaan sering ingin buang air kecil dan kerap diiringi rasa sakit pada kandung kemih. Gejala pada prostatitis bakterial kronis dan nonbakterial prostatitis adalah: • Sperma bercampur darah (hematospermia). • Perasaan tidak nyaman di daerah genital dan perineum. • Demam. • Nyeri tulang belakang. • Rasa sakit pada perut bawah. • Nyeri ketika ejakulasi. • Sering terkena penyakit 1`infeksi pada saluran urin.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Stres? Hindari yang Manis dan Berlemak 02/01/2010 | Administrator Stres adalah beban yang menimpa tubuh kita dan membuat tubuh bereaksi secara darurat. Kita mengenal adanya 2 macam jenis stres. Yang pertama adalah stres fisik, misalnya kena pukul, tabrakan kendaraan [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Tips Agar Ginjal Selamat 21/03/2010 | Administrator Penderita ginjal banyak yang tidak merasakan keluhan apa-apa. Tahu-tahu ketika diperiksa secara klinis ginjal sudah bermasalah. Cari tahu ciri-ciri penyakit ginjal agar fungsi ginjal tetap selamat. [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Faktor Resiko yang Ada Sebelum Kehamilan 18/03/2009 | Administrator Faktor Resiko yang Ada Sebelum Kehamilan DEFINISI | Data Lainnya | |















