| Cegah Kulit Rusak dengan Ekstrak Brokoli |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 14 August 2008 09:47 | |||
|
Ada berita bagus untuk para penggemar brokoli. Penelitian terbaru di AS menunjukkan bahwa brokoli juga membantu sel kulit dalam menangkis kerusakan akibat bahaya radiasi ultraviolet (UV). Hasil penelitian ini muncul dalam prosiding National Academy of Sciences.
Dijelaskan Dr. paul Talalay dari Johns Hopkins University, ekstrak biji kecambah brokoli ini dapat mengurangi kemerahan dan kerusakan pada kulit hingga lebih dari sepertiganya. "Tetapi, ini bukan tabir surya," ucap Talalay, seperti dikutip reuters. Ekstrak ini hanya membantu membentengi sel kulit untuk melawan efek dari radiasi UV>
Bersama timnya, Talalay melakukan pengujian terhadap enam orang dengan beragam dosis pada beberapa bidang kecil kulit. Bagian tersebut kemudian dipaparkan dengan radiasi UV gelombang pendek yang cukup menyebabkan tingkat terbakar yang bervariasi. Mereka lantas membandingkan kemerahan pada bagian kulit yang diberi perlakuan dan yang tidak. Pada dosis tertinggi, ekstrak ini mengurangi kemerahan dan bengkak secara rata-rata sebesar 37 persen, dan efeknya jangka panjang. Dua hari setelah perawatan dihentikan, efeknya tetap terlihat. Efek ini bervariasi secara luas di antara para sukarelawan, perlindungan yang diperoleh mulai dri 8 hingga 78 persen tergantung pada perbedaan genetik. "Apa yang telah kami tunjukkan penting karena hal ini juga bekerja pada manusia," ujar Talalay. Meski demikian, ia menyarankan tetap diperlukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana sebaiknya hal ini diaplikasikan kepada manusia. "Tak seperti tabir surya yang memberikan penghalang fisik terhadap sinar UV dengan menyerap, menghambat atau menyebarkan cahaya, ekstrak ini membantu meningkatkan produksi dari enzim pelindung yang mempertahankan kulit terhadap kerusakan yang berkaitan dengan UV," sebutnya. Terutama pada orang-orang dengan masalah pada sistem imunitas, seperti pada pasien transplantasi. Namun, tetap saja ekstrak ini tidak menggantikan tabir surya. Selama 15 tahun, Talalay telah meneliti sulforafane, komponen yang ada dalam ekstrak kecambah brokoli. Hasil studi ini menunjukkan bahwa perkembangan yang diberi bahan penyebab kanker bisa dicegah.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Diare Harus Pilih-pilih Makanan yang Tepat 19/05/2011 | Administrator Saat diare, kemampuan anak menyerap nutrisi berkurang karena gerakan usus terlalu cepat. Untuk menjaga kecukupan nutrisi dan daya tahan tubuh, anak harus dipilihkan makanan yang tepat sehingga mudah d [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Tips Untuk Susah Tidur (Insomnia) 04/05/2009 | Administrator Tidur nyenyak sangat dibutuhkan oleh setiap orang, namun ada beberapa orang yang mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas tidur. Padahal, jika jam tidur kita berkurang, sangat tidak baik untuk ke [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Infeksi Campylobacter 24/01/2011 | Administrator
Infeksi Campylobacter
DEFINISI
Infeksi Campylobacter adalah infeksi saluran pencernaan atau infeksi darah yang disebabkan oleah bakteri Campylobacter. | Data Lainnya | |















