| The Rich Man Disease |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Sunday, 19 October 2008 14:19 | |||
|
Judul di atas bukan tidak sengaja dipasang. Sejumlah pakar menyebutkan, the Richman Disease. Istilah itu ternyat bukan leluvon, namun sudah ada sejak jaman Yunani kuno!
Kram mendadak, rasa sakit yang menusuk dan menjalar terutama di bagian kaki, serta bengkak yang mengeras? Mungkin Anda terkena Gout. Orang Indonesia biasa menyebutnya dengan penyakit Asam Urat. Ada pula yang menyebutnya Rematik kronik. Tapi dia tetap Gout!
Mungkin Anda berpikir, penyakit saja kok ada statusnya. Kedengarannya mungkin seperti kanker payudara hanya terjadi pada wanita, dan kanker prostat pada pria. Namun, Gout berbeda. Nama penyakit ini pun bahkan memiliki sejarah, nyaris seperti nama para dewa. Berasal dari bahasa Latin, Gout diambil karena kepercayaan kuno bahwa penyakit ini disebabkan oleh luka yang jatuh tetes demi tetes ke dalam sendi. Padahal sebenarnya, adalah penumpukan asam urat yang berlebihan dalam darah dan tubuh. Gejalanya hampir sama dengan rematik, seperti serangan arthritis (rasa sakit yang menusuk dan menjalar ke seluruh bagan tubuh) sehingga tak jarang orang menyamakan keduanya. Tapi jangan kuatir, para dokter pun seringkali menyamakannya. Perbedaannya, Gout memiliki tanda berupa kristal urat yang khas dalam cairan sendi. Bila semakin kronis, Anda akan mengalami cedera pada ginjal. Pada rematik, hal ini belum tentu terjadi. 'Si Kambing' ini, - demikian banyak ahli menyebutnya juga sebagai lelucon karena pelafalannya, dinamakan 'penyakit para raja dan raja dari penyakit' karena sering muncul pada kelompok sosial menengah ke atas yang memang lebih beruntung karena dapat mengonsumsi lebih banyak daging (terutama keluarga kerajaan pada zaman dahulu). Tapi seperti kata pepatah, roda terus berputar. Kini, Gout tidak lagi mengenal kalangan untuk mengalaminya. Lantas apa arti kata Man di belakang julukannya? Ini ternyata dikarenakan, 90 persen Gout umumnya terjadi pada kaum pria. Kaum hawa yang hanya mendapat jatah 10 persen itu pun umumnya mengalaminya setelah masa menopause. Itupun bila, seratus persen para 'gouters' itu mengalami salah satu masalah di bawah ini; obesitas, hipertensi, gangguan ginjal, dan diabetes melitus. Sedikit hal yang mudah untuk menandai Gout adalah karena ia lebih suka menyerang di malam hari. Dalam keadaan tersebut, Anda bahkan dapat melihat sendi-sendi yang terserang akan berwarna lebih merah, mengilat, membengkak, dan panas dibandingkan yang disekitarnya. Serangan pertama Gout juga biasanya terjadi di bagian pangkal ibu jari kaki dan seringkali hanya menyerang pada satu sendi saja. Gout and Alcohol Para pakar menyebutkan bahwa orang yang gemuk cenderung lebih mudah terkena gout. Tapi bagi yang bertubuh langsing ataupun proporsional sebenarnya juga tak lepas dari ancaman ini. Bukan saya menakut-nakuti. Tulisan ini hanya meneruskan peringatan dari sejumlah peneliti yang telah menganalisa bahwa para clubbers dan pecandu alkohol juga berisiko terkena gout. Pasalnya, alkohol merupakan salah satu sumber zat yang dapat menghambat pembuangan urin melalui ginjal. Bahkan, bila Anda memiliki riwayat gout, sebaiknya hindari mengonsumsi alkohol, meski dalam kadar sekecil apapun untuk mengantisipasi terjadinya serangan gout pada saat yang tidak diinginkan. Bahkan, alkohol tradisional yang terkandung dalam tuak dan tape dapat memicu serangan gout. Demi membuktikannya, sejumlah peneliti gabungan menganalisa hal ini pada masyarakat di sebuah daerah di Sulawesi Utara. Hasilnya cukup mengkhawatirkan, selain faktor keturunan yang kuat, kebiasaan menyantap tuak dan tape ternyata dapat memicu serangan gout hingga 50 persen. Tapi jangan khawatir, untuk menghindari gout, bagi yang sudah memilikinya maupun yang belum, sejumlah pakar menyarankan untuk banyak minum air putih. Semakin banyak Anda minum air putih, akan membantu pembuangan urat dan meminimalkan pengendapan urat dalam saluran kemih. Tidak susah kan? Anda bisa meminum air putih sesering Anda mau. Semakin banyak tubuh Anda mengolah dan mengeluarkan cairan karena banyak minum, hasilnya juga semakin baik, karena berarti siklus tubuh bekerja dengan normal. Sebab, sekali terjerat penyakit ini, seseorang harus memperhatikannya seumur hidup.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Kenali Penyakit Batu Empedu Sejak Dini! 25/08/2009 | Administrator Deteksi dini gangguan batu empedu amat penting dilakukan agar tidak mengganggu kualitas hidup penderita. Upaya itu antara lain bisa melalui pemeriksaan fungsi hati, USG dan CT Scan. Sedangkan gejala g [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Cara Sehat Menambah Berat Badan 05/10/2011 | Administrator Masalah berat badan tidak hanya dialami mereka yang bertubuh gemuk atau obesitas. Kekurangan berat badan atau terlalu kurus juga bisa disebut sebagai masalah berat badan. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Hiperglikemia pada bayi 09/12/2010 | Administrator
Hiperglikemia pada bayi
| Data Lainnya | |














