| Pil Biru dari 'Kecelakaan' Hingga Mengubah Kehidupan Seks |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 14 August 2008 11:43 | |||
|
Sepuluh tahun silam, kehidupan jutaan pria dan wanita di dunia berubah di malam hari. Penyebabnya adalah sebuah pil kecil berwarna biru bernama Viagra.
Inilah jenis pengobatan oral pertama untuk mengatasi impotensi. Siapa nyana, obat fenomenal ini sebenarnya muncul karena 'kecelakaan' yang dilakukan para ilmuwan di laboratorium Pfizer.
"Aslinya, kami meneliti sildenafil, kandungan obat aktif pada Viagra, sebagai pengobatan jantung. Kami meneliti kemampuannya menurunkan tekanan darah tinggi," kata Direktur Kesehatan Senior Pfizer, Dr Brian Klee seperti dilansir dari AFP. Namun hasilnya justru di luar dugaan. Selama dilakukan percobaan, muncul efek samping berupa ereksi pada organ vital pria. "Lebih dahsyat, kuat dan bertahan lebih lama," imbuh Klee. Dia menjelaskan, impotensi sebenarnya adalah suatu jenis gangguan di pembuluh darah. Penyebabnya, pembuluh darah arteri yang mengirimkan darah dari penis tidak bekerja sebagaimana seharusnya. "Viagra membuat pembuluh itu membesar dan meningkatkan aliran darah ke penis," ujarnya. Laris Manis Pil biru ini kemudian mendapatkan izin dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawasan Makanan dan Obat AS pada 27 Maret 1998. Orang pun menyerbu produk ini. Sejak awal dipasarkan, setidaknya 35 juta pria seluruh dunia telah menggunakan obat ini. Impotensi pun keluar daftar penyakit tabu karena Viagra membuatnya lebih mudah untuk diatasi. Alhasil, ruang tunggu para dokter urolog (spesialis kelainan pada saluran kemih dan genital pada laki-laki dan saluran kemih wanita) menjadi lebih sibuk. Hal itu terjadi setelah Viagra mencuri perhatian publik. Impotensi yang kemudian bahasanya diperhalus menjadi disfungsi ereksi bisa diatasi Viagra. Sebelumnya pengobatan dilakukan dengan memasukkan prostesis atau semacam implan ke dalam penis melalui pembedahan. Bahan itu kemudian dimasukkan ke dalam organ seks pria itu atau menggunakan perangsang kencing. "Viagra membawa lebih banyak orang ke kantor kami karea kemudahan pengobatan ini," kata seorang urolog, Dr Irwin Shuman yang berpengalaman selama 40 tahun itu. "Sebelumnya, kami tidak memiliki banyak pilihan untuk mengatasi impotensi. Kini kami bisa melakukan lebih banyak evaluasi, mencari jawaban kenapa seseorang mendapatkan masalah itu," ujarnya.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Cacar Air Bisakah Berulang? 29/01/2009 | Administrator Cacar air biasanya mengenai seseorang hanya sekali seumur hidup. Namun, sejumlah orang mengaku mengalaminya bisa dua hingga tiga kali. Mengapa orang bisa terkena cacar berulang kali? | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Manfaat Susu Sapi 26/10/2011 | Administrator SUSU sapi disebut juga darah putih bagi tubuh karena mengandung banyak vitamin dan berbagai macam asam amino yang baik bagi kesehatan tubuh. Dalam segelas susu terdapat antara lain: | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Anak Diare Harus Pilih-pilih Makanan yang Tepat 19/05/2011 | Administrator Saat diare, kemampuan anak menyerap nutrisi berkurang karena gerakan usus terlalu cepat. Untuk menjaga kecukupan nutrisi dan daya tahan tubuh, anak harus dipilihkan makanan yang tepat sehingga mudah d [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Seks Bagian 1: Seks 3 X Sehari, Makanlah Yang Satu Ini Dan Petik Manfaatnya 01/06/2009 | Administrator Gairah seks anda mulai menurun, anda bisa mendapatkan cara yang sangat mudah menyenangkan untuk membangkitkan kembali gairah anda dengan menyantap hidangan yang lezat dan bergizi setiap hari. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Leukemia 25/01/2011 | Administrator
Leukemia
DEFINISI
Leukemia adalah kanker dari sel-sel darah.
PENYEBAB | Data Lainnya | |

















