| Pantang sakit gigi |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 13 July 2009 12:18 | |||
|
Jangan anggap remeh kesehatan gigi dan mulut. Tahukah Anda, sebuah penelitian menyebutkan dari sejumlah kasus penyakit jantung, sebanyak 54% pasien penderitanya memiliki riwayat penyakit periodontal (gusi).
Masalah gigi dan mulut ini bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Namun, masih banyak yang kurang memperhatikan hal tersebut. Parahnya lagi, masyarakat tidak menyadari bahwa perawatan kesehatan gigi dan mulut yang buruk dapat berdampak pada kondisi kesehatan organ tubuh lainnya, seperti jantung.
"Perawatan gigi dan mulut yang tidak tepat dapat memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, bahkan penyakit yang lebih berbahaya seperti jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur," ungkap Aditya Pribadi, Spesialis Orthodentis dari RS Mitra Keluarga dan Darmawangsa 8 Dental Clinic Jakarta. Penyebaran penyakit dari gigi ke organ tubuh lain, katanya, merupakan fokal infeksi atau infeksi kronis di suatu tempat dan memicu penyakit di tempat lain. Hal senada juga diungkapkan Dokter gigi Lita R. Darmawan dari Klinik Kharinta Dental yang menyebutkan beberapa klien mengeluhkan sakit giginya sudah merembet ke masalah kesehatan lain. Padahal, keluhan tersebut kebanyakan bermula dari kurang apiknya pola makan dan pola hidup yang dijalani sehari-hari. "Sekitar 20 menit setelah makan biasanya sisa makanan, bakteri, dan air liur menyatu dan membuat fermentasi yang menghasilkan plak. Apabila ada lubang gigi, plak yang bercampur kuman mulut streptococcus yang menumpuk di dalamnya dapat hinggap ke dinding arteri jantung karena dibawa darah." Karena itu, Aditya dan Lita sepakat bahwa perawatan gigi dan mulut yang tepat dan teratur amat diperlukan agar berbagai keluhan penyakit gigi dan mulut dapat dicegah dan mengurangi risiko terjangkit penyakit lain. Dokter gigi menyarankan pemeriksaan gigi dilakukan setiap 6 bulan sekali secara reguler untuk mengetahui kondisi tidak sehat pada mulut dan gigi. Sayangnya, ujar Aditya, banyak orang masih enggan mengunjungi dokter gigi termasuk sekedar untuk pemeriksaan regular tersebut. Tidak hanya itu, perawatan kesehatan gigi dan mulut pun belum dijadikan prioritas. Data Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) menyebutkan 69,3% dari penduduk yang mengeluhkan sakit gigi hanya berupaya mengobatinya sendiri dengan cara yang belum tentu benar. "Karena itu masyarakat perlu disadarkan. Mereka harus mencari sumber informasi yang tepercaya agar tahu langkah yang harus mereka ambil dalam memenuhi kebutuhan gigi dan mulut," ujarnya. Situs baru Menurut Aditya, memberikan informasi tentang masalah gigi tidak harus berhadapan langsung dengan dokter gigi. Cara-cara modern juga bisa dilakukan misalnya dengan menyediakan situs baru tentang gigi. Amalia Sarah Santi, brand manager salah satu produk pasta gigi, menuturkan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut masih sangat rendah dan belum menjadi prioritas. "Sosialisasi dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut yang lebih aktif, komunikatif, dan intensif sangat diperlukan guna mengenali dan menemukan solusi tepat untuk masing-masing masalah dan kebutuhannya," ujar Sarah. Produk pasta gigi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia itu pun membuat satu situs baru yang bisa diakses oleh khalayak umum. Pertanyaan dan mitos seputar gigi dapat dilayani tanpa harus berkonsultasi langsung dengan dokter gigi. Safinah Hasan, misalnya. Model dan presenter ini bercerita tentang khasiat daun sirih yang sudah didengarnya sejak kecil dan kebiasaan berkumur air garam yang dilakukan orang tuanya. "Saya tidak paham betul akan fungsi kedua bahan tersebut, khususnya berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Setelah mengakses situs tentang gigi, saya mendapat jawabannya. Ternyata minyak atsiri yang terkandung di dalam daun sirih memiliki zat antiseptik yang mampu membunuh mikroorganisme." Lita menuturkan pencegahan merupakan jalan terbaik dibandingkan dengan pengobatan. Membersihkan gigi, tambahnya, tidak cukup dengan menyikat gigi saja, perlu juga bantuan benang gigi dan obat kumur. Untuk membersihkan plak, Lita menyarankan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung xylitol atau senyawa yang mampu mengurangi timbunan plak. Selain itu, konsumsi buah seperti bengkoang, melon, atau stroberi yang bisa mereduksi plak. "Jadi jangan mengunyah permen karet saja. Buah juga bisa mengurangi plak dan seratnya dapat membersihkan usus." Mudah bukan?
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Implantasi Penis 01/06/2009 | Administrator Terapi untuk disfungsi ereksi (impotensi) biasanya cenderung menggunakan obat-obatan seperti viagra, levitra, dan cialis. Obat-obatan ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot kecil pada penis, seh [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Seni Bercinta Terdahsyat 11/12/2009 | Administrator Bercinta memang selalu menyenangkan. Namun, ajang ini pun dapat terasa membosankan. Saat rasa itu menghampiri, sederet trik bercinta terdahsyat dapat mengatasinya. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Obat-obatan alternatif 08/12/2010 | Administrator Obat-obatan alternatif DEFINISI Sebagian orang beralih ke obat-obatan alternatif, termasuk obat-obatan herbal tertentu, untuk pengobatan kanker, sebagai pengganti atau tambah [ ... ] | Data Lainnya | |















