header

Order Via SMS

Order by SMS/Phone
085692263999
02170564500
02270561717
0218608353

Pemesanan setiap hari pukul 08.00 - 20.00

Pengiriman setiap hari pukul 15.00

Ongkos Kirim GRATIS ke Seluruh Indonesia

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini3165
mod_vvisit_counterKemarin4217
mod_vvisit_counterMinggu Ini26167
mod_vvisit_counterMinggu Lalu30855
mod_vvisit_counterBulan Ini76093
mod_vvisit_counterBulan Lalu118339
mod_vvisit_counterSeluruhnya4050223

We have: 6 guests, 13 bots online
IP Anda: 38.107.179.213
 , 
Hari Ini: May 18, 2012

Iklan Ikon

Lebih Jauh Tentang Transfusi Darah PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Administrator   
Friday, 05 December 2008 12:22
Bagi sebagian orang, bukan hanya menjadi donor darah yang menakutkan. Transfusi atau menerima darah dari orang lain bisa lebih menakutkan dari cerita film horor. Penyebab utamanya adalah tertular penyakit hepatitis C atau HIV.
Di jagad modern ini selalu terjadi kekurangan darah. Jutaan orang membutuhkan transfusi setiap tahun di seluruh dunia. Permintaan transfusi itu mungkin datang dari orang yang dioperasi. Mungkin juga dibutuhkan darah setelah terjadi kecelakaan parah. Bisa juga permintaan datang dari orang yang menderita penyakit tertentu dan membutuhkan komponen darah tertentu.

Di Amerika Serikat dan Kanada, sekitar 4,5 juta orang membutuhkan transfusi darah setiap tahun. Kurang lebih satu dari tujuh orang yang dirawat di rumah sakit membutuhkan transfusi darah. Setiap dua detik dibutuhkan satu transfusi darah.

Di Indonesia, tidak diperoleh angka pasti berapa sebenarnya kebutuhan darah setiap tahunnya. Namun, menurut data Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI), diperkirakan setiap tahun berhasil dikumpulkan 1,3 juta kantong darah. Sebanyak 80 persen sumbangan darah itu berasal dari donor sukarela dan sisanya dari donor pengganti. Jumlah pendonor di negeri tercinta ini kurang lebih 310 ribu orang.

Idealnya, jumlah pendonor darah di negeri kita ini lebih dari satu juta orang. Diperkirakan rasio penyumbangan darah itu baru terjadi pada tingkat enam orang per 1.000 penduduk Indonesia.

Kita dapat saja kehilangan banyak darah tanpa membutuhkan transfusi. Menurut National Blood Service dari Inggris, kehilangan darah itu dengan mudah digantikan oleh cairan lain dalam tubuh. Selama beberapa minggu sesudah kehilangan darah, tubuh akan membuat sel-sel darah merah baru yang sangat dibutuhkan untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Sebaliknya, jika darah yang hilang amat banyak akibat menjalani operasi besar, melahirkan, atau kecelakaan parah, transfusi darah dibutuhkan. Transfusi darah juga dapat digunakan untuk mengatasi kasus anemia parah atau kekurangan sel-sel darah merah.

Transfusi ada kalanya menjadi hal yang sulit dilakukan. Stok darah di PMI biasanya jadi langka saat bulan puasa dan Idul Fitri karena saat itu sangat sedikit orang yang mendonorkan darahnya. Padahal, kebutuhan darah untuk operasi dan lain-lain itu tidak bisa menunggu bulan puasa usai. Dalam keadaan seperti ini, menyumbangkan darah benar-benar berarti menyelamatkan nyawa.

Komponen darah dipilah

Selain transfusi darah, adakah cara lain di dunia medis untuk menggantikan transfusi darah? Menurut Dr. Aru W. Sudoyo, Sp.PD, KHOM, "Belum ada. Sekarang ini sedang dikembangkan dan diuji coba sel darah merah sintetis yang mempunyai kemampuan seperti eritrosit alamiah, dengan kemampuan mengangkut oksiken mirip hemoglobin." Dinyatakan ahli hematologi dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, masih diperlukan waktu lama untuk menerapkan sel darah merah sintetis itu.

Transfusi darah segar diperlukan bila tubuh pasien memerlukan darah utuh (whole blood) yang berisi plasma atau cairan darah, eritrosit (sel darah merah), lekosit (sel darah putih), dan trombosit (kepingkeping darah). Meski demikian, tidak setiap pasien yang butuh darah harus mendapat transfusi darah utuh, misalnya dalam kasus pasien kehilangan darah akibat menstruasi terlalu banyak (bleeding).

"Unit transfusi darah atau bank darah memisahkan darah menjadi komponen-komponen berupa sel darah merah, lekosit, trombosit, dan plasma. Semuanya digunakan sesuai kebutuhan, kecuali lekosit," kata Dr. Aru.

Sementara itu, menurut National Blood Service, transfusi darah memang jadi kebutuhan penting dalam operasi, meski hanya pada sejumlah kecil pasien. Kondisi medis tertentu yang menyebabkan pasien penderita anemia pun tidak melulu harus diatasi dengan transfusi.

Tindakan pencegahan

Sebenarnya kebutuhan akan transfusi selama operasi bisa dikurangi dengan tindakan pencegahan. National Blood Service menyarankan pola makan gizi seimbang dan kaya akan zat besi untuk meningkatkan kadar zat besi dalam darah.

Darah akan diperiksa sekitar enam hingga delapan minggu sebelum operasi untuk melihat kemungkinan pasien mengalami anemia. Mengobati anemia dengan pola makan sehat sebelum operasi dapat mengurangi kebutuhan akan transfusi darah selama operasi.

Obat-obatan tertentu seperti warfarin, aspirin, dan sejumlah obat antiinflamasi bisa meningkatkan risiko perdarahan selama operasi. Periksa kembali bersama dokter yang merawat untuk mencari tahu apakah Anda perlu menghentikan konsumsi obat-obatan jenis ini sebelum operasi dan kapan perlu mengonsumsinya kembali.

Berhak menolak

Perlu diketahui pula bahwa Anda sebagai pasien berhak menolak transfusi darah. Namun, sebelum menolaknya, Anda perlu benarbenar mengerti segala konsekuensi transfusi darah dan apa yang terjadi jika tidak mendapatkannya. Sebab, ada pengobatan medis atau operasi tertentu yang tak dapat dilakukan dengan aman tanpa diberikan transfusi darah.

Ketika dokter memberi tahu Anda harus mendapatkan transfusi darah, tanyakan terlebih dahulu secara detail, mengapa transfusi itu diperlukan. Kemudian jangan lupa tanyakan adakah alternatif medis selain transfusi.

Salah satu alasan penolakan terhadap transfusi darah adalah kemungkinan tertular penyakit seperti hepatitis dan HIV. Meski demikian, Dr. Aru menilai, risiko tertular itu sebenarnya kecil.

"Setiap kantong darah menjalani pemeriksaan, untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus hepatitis maupun HIV. Pendonor darah tidak dites. Kecuali bagi yang menggunakan cara feresis, yaitu memisahkan komponen darah langsung dari tubuh ke mesin, para donor tersebut harus menjalani tes-tes untuk menyingkirkan kemungkinan adanya virus menular," katanya.

Senada dengan Dr. Aru, National Blood Service, Inggris pun menilai risiko tertular penyakit dari transfusi terhitung kecil. Risiko tertular penyakit hepatitis dari transfusi darah saat ini kurang lebih satu di antara 500 ribu pasien untuk Hepatitis B, dan satu di antara 30 juta pasien untuk penyakit Hepatitis C. Sementara risiko tertular HIV adalah satu di antara 5 juta pasien.

Bahaya terbesar dari transfusi darah bukan karena risiko tertular infeksi, melainkan pasien menerima darah yang salah. Karena itu, identifikasi diri untuk mendapatkan darah yang benar merupakan hal penting dalam transfusi darah.

Pastikan agar tenaga medis melakukan identifikasi diri Anda yang benar saat transfusi. Lebih-lebih jika Anda membutuhkan darah dengan spesifikasi tertentu. Jangan lupa untuk mengatakan itu kepada dokter.

Reaksi usai transfusi

Transfusi darah diberikan kepada pasien melewati pembuluh kecil yang langsung masuk ke pembuluh darah di tangan. Setiap kantong darah dapat masuk ke dalam tubuh sampai empat jam, bisa lebih cepat dan aman jika diperlukan. Mungkin saja Anda membutuhkan lebih dari satu kantong darah saat transfusi.

Sebagian besar pasien tidak mengalami atau merasakan kondisi tertentu selama mendapatkan transfusi darah. Namun, jika Anda mulai merasa tak sehat selama atau tak lama setelah transfusi darah, segera beritahu tenaga medis yang bertugas.

Beberapa pasien mengalami kenaikan temperatur, kedinginan, atau menderita ruam. Reaksi seperti itu biasanya mudah diobati dengan parasetamol atau dengan memperlambat transfusi darah.

Untungnya, reaksi parah terhadap transfusi darah amat jarang dijumpai. Bila itu harus terjadi pun, biasanya tenaga medis sudah terlatih untuk menanganinya.

Tak dapat dipungkiri, meskipun sudah dijelaskan oleh dokter perihal keamanan transfusi ini, Anda masih takut mendapatkan transfusi. Jika demikian, diskusikan ketakutan itu dengan tenaga medis untuk menenangkan diri Anda.

Kisah Hepatitis C dalam Sekantong Darah

"Saya ketularan Hepatitis c gara-gara transfusi darah," kata Ester, sebut saja namanya demikian. Wanita berusia 52 tahun ini sekitar sepuluh tahun silam menderita penyakit jantung dan harus dioperasi.

Sedih, bingung, dan takut adalah reaksinya ketika tahu dirinya terkontaminasi virus Hepatitis C. Dia tahu, belum ada obat yang tuntas bisa memberantas virus ini.

"Terus terang, saya menolak diobati dengan interferon," ujarnya. Interferon adalah terapi pengobatan Hepatitis C. "Sebab reaksi pengobatannya mirip dengan kemoterapi kanker," imbuhnya. Sudah begitu, harapan untuk sembuh juga belum ada.

Tahun demi tahun lewat sesudah virus Hepatitis C masuk ke tubuhnya lewat transfusi darah, Ester masih hidup dan tetap sehat hingga sekarang. "Saya tidak mau diobati, tetapi sebagai gantinya saya hidup sehat," ungkap wanita yang menjalani hidup sebagai vegetarian ini.

Setiap pagi ia tak pernah alpa meneguk segelas jus buah segar. Makan pagi, siang, dan malam, porsi sayuran mendominasi piring makannya. Sayuran itu pun hanya dimasak sederhana.

"Kalau sudah terbiasa menjadi vegetarian, makan nasi dengan lauk sayuran rebus saja rasanya enak sekali," kata wanita yang enggan makan gorengan dan makanan berbumbu tajam seperti pempek ini.

"Saya mengonsumsi suplemen tertentu untuk membantu menyongsong datangnya menopause," ungkapnya.

Selain itu, Ester banyak berbuat amal, membantu sesama dengan menjadi sukarelawan di sebuah yayasan sosial. "Berbuat baik dan banyak memberi itu mendatangkan kebahagiaan buat saya," tuturnya.

Mungkin Hepatitis C yang diderita Ester akibat transfusi darah "kalah kuat" dari gaya hidup sehatnya, lahir dan batin.

Warna Darah Tidak Hanya Merah

Sebenarnya apa sih yang dibutuhkan dari darah, sehingga kita perlu transfusi? Mari kita lihat dan pilah-pilah apa saja yang ada dalam darah, dan betapa pentingnya cairan itu.

- Darah utuh (whole blood)
Jarang digunakan untuk transfusi darah belakangan ini. Biasanya digunakan untuk kasus kehilangan darah yang sangat parah.

- Sel darah merah
Inilah sel yang menjadikan darah berwarna merah. Sel ini digunakan untuk menggantikan kehilangan darah selama operasi atau ketika pasien mengalami perdarahan.

Fungsi utamanya adalah membawa oksigen ke jaringan menggunakan substansi bernama hemoglobin. Sel darah merah dipisahkan dari sel-sel darah putih, menggunakan mesin bernama centrifuge.

Sel-sel darah merah bisa dibekukan dan digunakan belakangan. Cara ini lumayan mahal dan memakan waktu, sehingga biasanya diberlakukan pada golongan darah langka.

Bagian darah ini digunakan untuk mengobati semua jenis anemia yang tak dapat diobati secara medis seperti yang dialami pasien reumatoid artritis, kanker, atau penderita penyakit sickle cell. Sel darah merah juga penting untuk mereka yang kehilangan sel darah merah ketika mengalami kecelakaan, operasi, dan setelah melahirkan.

Sel darah ini juga diperlukan pasien yang kedapatan anemia sebelum operasi dan pasien korban luka bakar.

- Sel darah putih
Ini adalah gerombolan pasukan dalam darah kita yang bertugas melawan virus atau infeksi yang mengancam sistem di dalam tubuh. Virus atau infeksi umumnya ada pada pasien yang menderita penyakit mematikan, di mana mekanisme pertahanan normal tidak merespon pengobatan dengan antibiotika.

- Platelet
Ini bagian darah yang penting untuk menghentikan perdarahan. Ini adalah sel-sel fragmen kecil dalam tulang sumsum dan dikeluarkan ke aliran darah bersama dengan sel-sel darah merah. Jika pembuluh darah rusak, platelet bersama-sama "mengelem" kerusakan pembuluh darah yang rusak itu.

- Plasma
Banyak orang berpikir bahwa darah itu merah. Kenyataannya, tidak semua komponen darah itu merah. Hanya sel darah merah yang berwarna merah. Jika sel darah merah dan komponen selular lainnya diambil, tinggallah plasma, cairan yang membawa semua sel darah. Plasma berwarna kuning.

10 Fakta Transfusi Versi WHO

1. Transfusi darah menyelamatkan hidup dan memperbaiki kualitas kesehatan manusia. Sayangnya, jutaan pasien yang membutuhkan transfusi tidak punya akses dan mendapatkan darah yang aman dan tepat waktu. Setiap negara butuh jaminan bahwa pasokan darah cukup dan bersih dari HIV, virus hepatitis, dan infeksi kronis lain yang dapat ditularkan lewat transfusi tak aman.

2. Di negara maju transfusi umum digunakan untuk mendukung prosedur medis invasif dan operasi seperti jantung terbuka dan transplantasi organ. Di negara berkembang, transfusi lebih sering digunakan untuk komplikasi kehamilan dan mengatasi anemia parah pada anak-anak. Karena permintaan darah meningkat, sering terjadi kekurangan. Dibutuhkan banyak donor untuk menggantikan darah yang hilang setiap tahun.

3. Di negara berkembang, banyak orang mati karena darah yang aman tidak tersedia, bahkan di sarana perawatan kesehatan di perkotaan. Di Afrika Selatan, 20 persen kematian karena melahirkan dan 15 persen kematian anak-anak karena anemia parah akibat malaria. Manajemen penanganan penyakit ini membutuhkan transfusi darah yang aman dan tepat waktu.

4. Lebih dari 529 ribu wanita mati setiap tahun selama kehamilan atau melahirkan, 99 persen kematian itu terjadi di negara berkembang. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu di seluruh dunia. Sekitar 44 persen kematian ibu terjadi di daerah sub-Sahara Afrika.

5. Lebih dari lima juta orang mati karena kekerasan dan kecelakaan setiap tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kedua kematian dan penyebab utama luka-luka serius orang usia lima hingga 29 tahun. Transfusi darah yang aman merupakan bagian penting sistem perawatan trauma gawat darurat untuk memperkecil kematian dan kecacatan.

6. Darah untuk transfusi harus disaring agar bebas dari HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis. Namun, di 31 negara dari 133 negara yang melapor di tahun 2006, tidak semua darah sumbangan diperiksa dari kemungkinan infeksi tiga penyakit ini. Sementara itu, tes bebas infeksi tidak cukup terpercaya di banyak negara karena kekurangan staf, alat uji yang buruk, pasokan alat yang tak teratur, atau kualitas laboratorium dasar yang kurang memadai. Pemeriksaan darah ini kurang bersifat cost effective dan tidak terbeli di negara-negara berkembang.

7. Lebih dari 81 juta unit darah dikumpulkan di seluruh dunia setiap tahun. Hanya 45 persen dari darah itu disumbangkan di negara berkembang, padahal di negara-negara itulah lebih dari 80 persen populasi dunia tinggal. Tingkat donasi darah rata-rata 11 kali lebih tinggi di negara maju dibandingkan di negara berkembang.

8. Stok darah aman yang memadai dapat dijamin melalui donasi teratur oleh donor sukarelawan tak dibayar karena prevalensi infeksi ditemukan paling rendah di kelompok ini. Angka prevalensi infeksi itu lebih tinggi di antara donor yang memberikan darah hanya ketika dibutuhkan untuk keluarga atau anggota komunitasnya. Angka prevalensi infeksi tertinggi justru ditemukan pada mereka yang memberikan darah untuk mendapatkan uang atau bentuk pembayaran yang lain.

9. Semakin banyak negara yang bergerak menuju donor sukarelawan. Tiga negara baru mencapai 100 persen donasi darah sukarelawan tak dibayar tahun 2006. Namun, 38 negara mengumpulkan kurang dari 25 persen darah dari donor darah sukarelawan tak dibayar. Donor dari keluarga dan donor yang dibayar masih merupakan sumber signifikan darah di banyak negara.

10. Transfusi diresepkan ketika pengobatan yang lebih sederhana dan lebih murah dinilai kurang efektif. Pemberian transfusi ini membuat pasien berisiko infeksi atau reaksi transfusi parah karena ketidakcocokan golongan darah. Praktik transfusi klinis yang aman, penting untuk menyelamatkan nyawa manusia dengan risiko minimal.

Tahukah Anda?

1. William Harvey adalah dokter pertama yang menemukan bahwa darah mengalir di seluruh tubuh, di tahun 1628. Sir Christopher Wren adalah orang yang pertama menginjeksi cairan ke peredaran darah hewan mengenakan instrumen yang dia temukan.

2. Transfusi darah pertama yang sukses dilakukan tahun 1665 oleh Dr. Richar Lower menggunakan hewan. Ketika pertama melakukan transfusi pada manusia, mereka menggunakan darah hewan dan tak mengerti mengapa penerima darah jadi sekarat.

Alasannya baru diketahui tahun 1900 ketika Dr. Karl Landsteiner dari Wina menemukan golongan darah. Ia memenangi hadiah Nobel untuk penemuannya itu. Meskipun begitu, Dr. Landsteiner meninggal karena pembekuan darah.

3. Ada empat golongan darah: 0, A, B, dan AB. Golongan darah 0 adalah yang paling umum dan artinya paling sering diminati. Darah juga dibagi menjadi sel darah merah, sel darah putih, platelet, dan plasma. Sayangnya, sel darah merah hanya hidup selama 35 hari dan platelet hanya baik digunakan selama lima hari. Itulah kenapa selalu dibutuhkan donor darah.

4. Ternyata orang Indian Amerika Selatan kebanyakan bergolongan darah 0 sementara sekitar 25 persen orang Asia memiliki golongan darah B. Hanya sekitar sembilan persen orang kulit putih yang memiliki golongan darah B. Jika kebetulan Anda butuh transfusi di Norwegia, mudah-mudahan golongan darah Anda A, karena golongan darah itu yang paling banyak ditemukan di bagian dunia tersebut.

5. Golongan darah digunakan antropolog untuk menelusur perpindahan suku-suku di masa silam. Mereka menemukan bahwa orang gipsi memiliki distribusi darah yang sama dengan orang asli India Barat Daya. Ahli bahasa juga setuju bahwa mereka punya kaitan yang kuat. Bukti itu dikuatkan oleh golongan darah.

6. Tempat terbaik untuk menemukan golongan darah O ada di Inggris Utara. Itu bisa ditelusur kembali sebelum abad ke-8 ketika orang Viking datang dan mengacaukan susunan gen. Inggris selatan merupakan persebaran golongan darah A. Jika mencari golongan darah B, lebih cocok di kalangan orang Asia atau masyarakat keturunan Tionghoa.

7. Terdapat lima triliun sel darah merah dalam satu liter darah. Satu triliun itu berarti, ada 12 angka nol di belakang angka 5.

Itu artinya Anda memilik rata-rata 25 triliun sel darah merah yang mengalir dalam tubuh. Namun, sekitar 25 juta atau 0,1 persen di antaranya mati setiap hari.
 

Berita Terbaru

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
25/08/2011 | Administrator

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin"


Berita Lainnya

Berita Kesehatan

Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan
12/04/2010 | Administrator

Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ]


Berita Lainnya

Artikel Terbaru

Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI)
25/04/2012 | Administrator

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ]


Artikel Lainnya

Artikel Kesehatan

Lama Tak Minum Susu Bisa Diare?
19/05/2011 | Administrator

Susu merupakan bagian dari menu seimbang. Namun sayangnya, masih banyak orang dewasa yang kurang menyadari akan pentingnya minum susu.  


Artikel Lainnya

Tips Kesehatan

Seni Bercinta Terdahsyat
11/12/2009 | Administrator

Bercinta memang selalu menyenangkan. Namun, ajang ini pun dapat terasa membosankan. Saat rasa itu menghampiri, sederet trik bercinta terdahsyat dapat mengatasinya.


Tips Lainnya

Info Sehat

Suplemen Ibu Hamil yang Halal
19/02/2009 | Administrator

Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik.


Info Lainnya

Data Penyakit

Sindroma X Yang Rapuh
05/01/2011 | Administrator

Sindroma X Yang Rapuh DEFINISI Sindroma X Yg Rapuh (Sindroma Martin-Bell, Fragile X Syndrome) adalah suatu kelainan genetik yang ditandai dengan keterbelakangan mental, yang  [ ... ]


Data Lainnya

Waktu Dunia

Testimonial Fortico

Pojok Pariwara

Featured Links:

Jual BU Tanah Kavling
Jual BU Tanah Kavling
Lokasi di Cluster Hawaii, Kota Delta Mas Bekasi, Blok F10. Luas 323 M2. Hook dan Bebas banjir! Harga 1,5 juta. Nego dan TP.
Hubungi 08158821786

Bisnis Internet Paling Direkomendasikan:
Formula 3 Langkah Memulai dan Membangun Bisnis Melalui Internet. Formula ini telah teruji menghasilkan 2 milyar bagi saya dalam bisnis internet, dan anda juga bisa melakukannya. Kunjungi: www.9bisnis.com

Aneka Batik dan Pakaian Muslim
Sedia Berbagai Macam Batik dan Pakaian Muslim
Ratna Promart
Metro Indah Mall Lt. GF B. 3 No. 32, Jl. Soekarno-Hatta, Bandung
Telp 02270561717

La Mia Casa Interior Design
Furniture, Kitchen, Wardrobe, Vanity, TV Cabinet, Living Room, Bed Room, Study Room. Call: 08122367779 or 02273102007. Visit: www.lamiacasainteriore.com

Jadi Expert Tanpa Ribet
Bagaimana Menjadi Kaya Dengan Menjual Keahlian Di Internet TANPA Anda Harus Capek+Repot Menjadi Ahlinya!
Ajaibnya, Klien Tetap Menyukai Hasil ‘Kerjaan’ Anda Dan Mau Order dan Order Lagi!