header

Order Via SMS

Order by SMS/Phone
085692263999
02170564500
02270561717
0218608353

Pemesanan setiap hari pukul 08.00 - 20.00

Pengiriman setiap hari pukul 15.00

Ongkos Kirim GRATIS ke Seluruh Indonesia

Statistik

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini3163
mod_vvisit_counterKemarin4217
mod_vvisit_counterMinggu Ini26165
mod_vvisit_counterMinggu Lalu30855
mod_vvisit_counterBulan Ini76091
mod_vvisit_counterBulan Lalu118339
mod_vvisit_counterSeluruhnya4050221

We have: 7 guests, 13 bots online
IP Anda: 38.107.179.213
 , 
Hari Ini: May 18, 2012

Iklan Ikon

Kanker Payudara Menyerang Remaja PDF Print E-mail
User Rating: / 3
PoorBest 
Written by Administrator   
Saturday, 20 March 2010 23:59

Dari waktu ke waktu, jumlah penderita kanker payudara di Indonesia terus bertambah. Yang mengkhawatirkan, beberapa tahun terakhir pasien kanker payudara mulai menyerang kalangan muda.

Mitos yang mengatakan kalau kanker payudara kerap menyerang perempuan yang sudah berusia di atas 30 tahun, sepertinya terpatahkan. Pasalnya, kini usia penderita kanker payudara semakin bergeser ke perempuan yang berusia muda alias anak baru gede (ABG).

Data yang dihimpun Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta menyebutkan banyak penderita kanker payudara pada usia relatif muda. Bahkan, tidak sedikit remaja putri usia empat belas tahun menderita tumor di payudara. Hal ini tentu saja menyedihkan dan meresahkan.

”Terakhir saya tangani itu usianya masih 15 tahun. Itulah kenyataan problem yang kita alami,” kata Ketua Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta Dr Sutjipto SpB(K) Onk saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama kemitraan dengan Ristra Group di House of Ristra, Radio Dalam, Jakarta.

Sutjipto mengungkapkan, dahulu saat dirinya masih baru menjalani profesi dokter, kira-kira 40 tahun yang lalu, penderita kanker payudara masih didominasi wanita usia di atas 35 tahun. Makin bertambah tahun, usia penderita malah terus menurun.

”Mulai lima tahun terakhir, kasus di bawah 25 tahun makin bertambah,” ujarnya.

Kenyataan ini, terang dia, memang belum diketahui penyebab pastinya karena penyakit kanker berhubungan dengan multifaktor.

Tetapi yang terpenting sekali, tegas Sutjipto, adalah terkait gaya hidup (lifestyle) seseorang, terutama mengonsumsi makanan tidak sehat (junk food), merokok, alkohol atau bisa juga karena telat menikah.

”Saat ini banyak wanita yang lebih mementingkan karier sehingga telat menikah. Itu juga jadi faktor risiko karena mereka bisa jadi melahirkan anak di usia 35 tahun ke atas,” tutur Sutjipto yang juga ahli kanker di RS Kanker Dharmais Jakarta ini.

Sutjipto mengemukakan, makin tingginya angka penderita kanker payudara di Indonesia juga disebabkan masih rendahnya kesadaran wanita untuk melakukan deteksi dini kanker payudara dengan cara breast screening atau biasa disebut alat mamografi.

”Di sini lebih kenal cek pap smear untuk mencegah kanker serviks dibanding amografi,” tandasnya.

Di negara lain, kata dia, upaya deteksi dini sudah menjadi program nasional. Di Jepang misalnya, ketika penduduk wanita telah berusia 40 tahun, dia otomatis mendapatkan voucher dari pemerintah untuk menjalankan mamografi di rumah sakit. Sementara kebanyakan negara di Eropa, perusahaan asuransinya telah mencakup checkup rutin mamografi dalam klaim kesehatannya.

”Gejala kanker payudara itu tidak ada. Sekitar 60% pasien kanker payudara di Indonesia baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium lanjut. Nah, apabila deteksi dini dilakukan, tentunya dapat mencegah penyakitnya semakin parah,” jelas Sutjipto.

Terkait jumlah penderitanya di Indonesia, terang Sutjipto, sampai saat ini tidak diketahui pasti. Yang ada, hanya data per rumah sakit. Di RS Kanker Dharmais Jakarta misalnya, rata-rata setiap bulan datang sekitar 30–50 pasien baru. Dibandingkan di dunia, memang peningkatan jumlah penderita di Tanah Air hampir sama.

Namun yang menjadi perhatian di Indonesia dan di negara berkembang lainnya, ketahanan hidup (survival rate) mereka tergolong rendah karena baru menerima tindakan medis saat sudah dalam stadium lanjut.

”Kalau di negara maju masih stadium dini sudah ditangani, sehingga survival rate-nya jauh lebih baik,” terangnya.

Karena itu, Sutjipto mengharapkan pemerintah lebih memperhatikan permasalahan ini. Tidak hanya pemerintah, dia juga mengimbau kalangan swasta serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang peduli soal ini untuk bergerak bersama menuntaskan persoalan ini.

Termasuk Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta yang telah lama berkiprah untuk menyebarluaskan dan melakukan penyuluhan kepada seluruh wanita-wanita Indonesia khususnya warga Jakarta untuk selalu berhati-hati dan melakukan deteksi dini rutin kanker payudara.

”Meskipun tidak merasakan gejala apa pun, tes mamografi itu wajib bagi wanita yang berusia di atas 35 tahun. Kita sendiri di Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta telah memiliki mobil unit mamografi. Sehingga yang mau check-up payudara, tidak perlu ke rumah sakit lagi,” imbuh Sutjipto.

Pendiri House of Ristra Dr Retno Iswari Tranggono SpKK mengatakan, pihaknya terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya mengedukasi kepada masyarakat luas terkait persoalan kesehatan para wanita, khususnya kanker payudara, mengingat masalah kanker sudah menjadi momok menakutkan yang mesti ditangani dengan baik.

Hubungan dengan kesehatan kulit, tutur Retno, karena lingkungan alam kita adalah salah satu pemicu timbulnya kanker, di antaranya sinar matahari yang terlampau menyengat, serta udara kotor dari lingkungan tidak sehat.

Dan jika partikel tersebut masuk ke dalam kulit, tentunya akan menimbulkan reaksi negatif dalam sel di dalam tubuh, yang akhirnya dapat menyebabkan penyakit kanker. Itulah, lanjut dia, pentingnya produk-produk dari Ristra untuk melindungi kulit saat aktivitas setiap hari di luar rumah.

”Produk-produk kosmetik yang kita hasilkan di Ristra berdasarkan konsep kesehatan medik. Untuk penderita kanker payudara, kita juga punya produk post therapy. Misalnya produk untuk kerontokan rambut dan kulit terbakar akibat kemoterapi yang sudah terbukti secara klinis,” terangnya.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP & PA) Linda Amalia Sari Gumelar sebagai pendiri Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta, meminta perempuan harus secara rutin cek mamografi agar kemungkinan menderita kanker payudara dapat dideteksi secara dini, terutama di daerah-daerah pelosok yang pelayanan kesehatannya masih terbatas.

”Perhatian dari pemerintah sendiri akan kita tingkatkan. Namun, yang paling penting adalah partisipasi masyarakat dan pihak swasta untuk terus menyosialisasikan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Juga bisa melakukan kegiatan Sadari (periksa payudara sendiri) di rumah,” tuturnya.

 

Berita Terbaru

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
25/08/2011 | Administrator

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan:

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin"


Berita Lainnya

Berita Kesehatan

Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan
12/04/2010 | Administrator

Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ]


Berita Lainnya

Artikel Terbaru

Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI)
25/04/2012 | Administrator

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ]


Artikel Lainnya

Artikel Kesehatan

Suara Serak? Bisa Jadi Anda Kena Laringitis
13/04/2010 | Administrator

Suara serak adalah suara yang kasar atau suara yang susah keluar atau suara dengan nada yang lebih rendah daripada biasanya. Suara serak memang bukanlah suatu penyakit. Tetapi suara serak bisa menjadi [ ... ]


Artikel Lainnya

Tips Kesehatan

Bijak Memilih Obat Batuk
06/05/2009 | Administrator

Batuk bukan perkara remeh, kalau sudan menyerang, batuk bisa membuat Anda tak bisa tidur. Obat batuk OTC (over the counter) atau yang dijual bebas tanpa resep dokter bisa diminum bila kondisinya tidak [ ... ]


Tips Lainnya

Info Sehat

Suplemen Ibu Hamil yang Halal
19/02/2009 | Administrator

Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik.


Info Lainnya

Data Penyakit

Mastalgia
25/02/2009 | Administrator

MastalgiaDEFINISI
Mastalgia adalah nyeri payudara.

Nyeri payudara dibagi ke dalam 2 kelompok: Mastalgia siklik : berhubungan dengan menstruasi Mastalgia non-siklik : tidak berhubungan dengan menstruasi [ ... ]


Data Lainnya

Waktu Dunia

Testimonial Fortico

Pojok Pariwara

Featured Links:

Jual BU Tanah Kavling
Jual BU Tanah Kavling
Lokasi di Cluster Hawaii, Kota Delta Mas Bekasi, Blok F10. Luas 323 M2. Hook dan Bebas banjir! Harga 1,5 juta. Nego dan TP.
Hubungi 08158821786

Bisnis Internet Paling Direkomendasikan:
Formula 3 Langkah Memulai dan Membangun Bisnis Melalui Internet. Formula ini telah teruji menghasilkan 2 milyar bagi saya dalam bisnis internet, dan anda juga bisa melakukannya. Kunjungi: www.9bisnis.com

Aneka Batik dan Pakaian Muslim
Sedia Berbagai Macam Batik dan Pakaian Muslim
Ratna Promart
Metro Indah Mall Lt. GF B. 3 No. 32, Jl. Soekarno-Hatta, Bandung
Telp 02270561717

La Mia Casa Interior Design
Furniture, Kitchen, Wardrobe, Vanity, TV Cabinet, Living Room, Bed Room, Study Room. Call: 08122367779 or 02273102007. Visit: www.lamiacasainteriore.com

Jadi Expert Tanpa Ribet
Bagaimana Menjadi Kaya Dengan Menjual Keahlian Di Internet TANPA Anda Harus Capek+Repot Menjadi Ahlinya!
Ajaibnya, Klien Tetap Menyukai Hasil ‘Kerjaan’ Anda Dan Mau Order dan Order Lagi!