| Beragam Screening Tests untuk Pria |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Wednesday, 15 April 2009 12:09 | |||
|
Pria kerap merasa dirinya lebih kuat dan sehat daripada wanita. Mereka akan "menyerah" tak berdaya saat terbaring sakit. Padahal jika dideteksi sejak awal, penyakit itu mungkin bisa dicegah.
Rutin menjalani screening penyakit akan mengurangi kunjungan Anda ke dokter untuk berobat. Mengabaikannya tidak akan membuat masalah kesehatan pergi begitu saja, tapi justru membutuhkan penanganan medis lebih berat.
Dalam banyak kasus, kematian dapat dicegah dengan deteksi dini dan perlakuan medis yang tepat. Screening test merupakan salah satu cara untuk kita bisa memperoleh kualitas hidup lebih baik. Berikut ini daftar screening test yang direkomendasikan untuk para pria, seperti dikutip dari Health24: Tekanan darah Tes ini dilakukan tanpa jarum atau pembedahan. Lakukan setidaknya tiap dua tahun saat Anda berusia 20-30 tahun, selanjutnya bisa setahun sekali untuk maintenance. Sekira 90 persen orang yang berusia di atas 55 tahun, tekanan darahnya cenderung meningkat. Idealnya, tekanan darah Anda tidak lebih dari 120/80 mm Hg. Sebab, orang dengan tekanan darah 135/85 mm Hg memiliki risiko dua kali lipat terhadap penyakit jantung dan stroke. Kolesterol Tes ini dilakukan lewat pengecekan darah, setidaknya tiap dua tahun, terutama untuk Anda yang berusia 20-30 tahun atau terdapat riwayat penyakit jantung di keluarga. Jika usia Anda 40 tahun atau lebih, lakukan pemeriksaan ini sesering mungkin. Sebab, tingginya tingkat kolesterol dalam tubuh akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk memeriksa tingkat lipid darah, tidak hanya kolesterol. Diabetes tipe 2 Tes ini dilakukan lewat pemeriksaan darah. Setiap orang, berapa pun usianya, harus menjalani tes diabetes tipe 2 tiap tiga tahun. Apalagi jika mereka berada pada risiko tinggi, termasuk mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, kegemukan, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita diabetes tipe 2, maka Anda berada pada risiko tinggi penyakit jantung dan masalah penglihatan. Prostat Pemeriksaan ini dilakukan lewat pengecekan darah pada PSA (prostate specific antigen) untuk mengetahui keberaaan kanker prostat, bisa juga dengan digital rectum examination, yakni pemeriksaan pada dinding rectum. Alat ini dapat mendeteksi jika ada pertumbuhan abnormal pada jaringan lunak prostat, yang kemungkinan adalah kanker. Pada Anda yang berusia 40 tahun ke atas, lakukan tes ini sekali setahun, terutama jika ada riwayat kanker prostat dan kanker payudara pada keluarga. Gejala yang khas dari kanker prostat adalah kesulitan buang air kecil, pembengkakan kelenjar getah bening, dan darah dalam urin. Testicular self-exam (TSE) Lakukan pemeriksaan ini tiap bulan, terutama jika Anda memiliki riwayat tumor testis ataupun mandul. Kenali gejala testis membengkak disertai rasa nyeri, skrotum terasa berat, nyeri tumpul di punggung atau perut bagian bawah, dan sebagainya. Kanker testis merupakan ancaman terbesar pada pria usia 15-35 tahun. Deteksi awal akan menyelamatkan hidup Anda. Pemeriksaan kolon Pemeriksaannya dinamakan colonoscopy, yaitu suatu prosedur yang memungkinkan seorang pemeriksa (gastroenterologist) untuk mengevaluasi penampilan dalam dari kolon (usus besar). Lakukan pmeriksaan ini tiap lima tahun pada pria usia 20 atau 30 tahun, terutama jika disertai riwayat keluarga. Kemudian, tiap tiga atau lima tahun jika Anda berusia 40 tahun dan ada riwayat keluarga dan tiap lima tahun untuk Anda yang berusia 50 tahun atau lebih. Buatlah catatan terhadap perubahan kebiasaan buang air besar Anda. Menurut catatan, kanker colorectal merupakan satu dari lima jenis kanker yang berbahaya dan harus ditangani dini. Pemeriksaan mata Jika Anda berusia 20-30 tahun, lakukan pemeriksaan mata tiap lima tahun. Dua tahun sekali ketika Anda usia 40 tahun, dan tiap tahun di usia 50 tahun atau lebih. Waspada jika pandangan Anda mulai kabur ataupun nyeri di bagian mata. Pemeriksaan mata secara rutin mampu mendeteksi kelemahan penglihatan, glaucoma (sejenis kanker mata), dan menyelamatkan Anda dari kebutaan.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| 9 Panduan Diet Cegah Sakit Jantung 16/06/2011 | Administrator Membaca label produk makanan itu penting artinya untuk mengetahui asupan lemak jenuh, tak jenuh ganda, serta tak jenuh tunggal. Anda pun akan tahu jumlah serat larut dan vitamin yang dapat mencegah pe [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Mengatasi Mulut Kering 06/04/2010 | Administrator Air liur berguna untuk melembabkan dan membersihkan mulut serta mencerna makanan. Liur juga mencegah infeksi dengan mengendalikan bakteri dan jamur dalam mulut. Tapi ketika tubuh tidak cukup memproduk [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Keinginan Bunuh Diri 07/01/2011 | Administrator
Keinginan Bunuh Diri
DEFINISI
Tingkah laku bunuh diri ditandai dengan berhasil atau tidaknya usaha untuk membunuh diri sendiri. | Data Lainnya | |














