| Jangan Takut Sakit Jiwa |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 14 August 2008 03:26 | |||
|
Kesadaran masyarakat kita dalam masalah kesehatan jiwa sangat rendah. Meskipun saya pribadi belum mengadakan penelitian resmi, tapi dapat kita lihat bersama dari perbandingan jumlah anggota masyarakat yang pergi ke dokter,klinik medis, maupun rumah sakit ketika mereka mengalami gangguan kesehatan fisik dengan anggota masyarakat yang secara "sukarela" pergi ke Psikolog, Psikiater, atau mengikuti konseling. Hal ini bisa diakibatkan oleh paradigma yang keliru di masyarakat kita yang memandang sempit gangguan kejiwaan dengan sebuah kegilaan (schizophrenia). Orang yang pergi ke psikolog maupun ke psikiater dianggap "gila". Sehingga amat banyak orang yang enggan berkonsultasi ketika mereka mengalami gangguan kejiwaan ringan karena takut mendapat cap "gila".
Pendidikan kejiwaan juga amat jarang diberikan pada anggota masyarakat kita. Padahal menurut hemat saya, pendidikan kejiwaan seharusnya diberikan secara sesuai dengan perkembangan usia manusia. Sebagai gambaran, sejak kecil kita selalu dipantau perkembangan kesehatan fisik (medis) kita melalui posyandu, imunisasi, ragam penyakit beserta obatnya, serta berbagai aspek terkatit. Tapi sangat jarang kita mendapatkan informasi mengenai kesehatan jiwa sejak dini. Seolah olah informasi tersebut hanya milik "orang orang kejiwaan" dan kita hanya mendapatkannya jika kita mencarinya di rubrik tanya jawab psikologi dan artikel-artikel di tabloid.
Kurangnya sosialisasi informasi psikologi juga dirasakan pada lemahnya peran lembaga Bimbingan Konseling yang ada di sekolah sekolah. Padahal lembaga tersebut sudah hadir pada jenjang sekolah lanjutan tingkat pertama. Tapi kalau kita tanya pada para siswa seberapa sering mereka masuk ruang BK dan bagaimana pendapat mereka tentang BK, umumnya kita akan mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan karena kurangnya pemahaman mereka tentang fungsi BK itu sesungguhnya. Sehingga BK mendapat stigma sebagai lembaga untuk mengurusi "anak-anak bermasalah". Seharusnya kita mulai menyadari bahwa gangguan kejiwaan adalah sebuah gejala manusiawi yang alami sehingga kita memperoleh informasi sejak dini sehingga perkembangan kesehatan jiwa kita selalu terpantau dan terjaga. Jangan tunggu sampai masalah muncul baru kita cari solusinya. "Mencegah lebih baik dari mengobati". So... jangan takut sakit jiwa, karena sudah banyak orang yang paham dan bisa membantu kita.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Implantasi Penis 01/06/2009 | Administrator Terapi untuk disfungsi ereksi (impotensi) biasanya cenderung menggunakan obat-obatan seperti viagra, levitra, dan cialis. Obat-obatan ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot kecil pada penis, seh [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Agar Sperma Makin Joss 08/11/2009 | Administrator Sebuah penelitian yang dipublikasi akhir-akhir ini di Jurnal Fertilitas dan Sterilitas menemukan bahwa pria yang mengonsumsi antioksidan (zat aktif yang banyak didapat dari buah dan sayur) memiliki ku [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Disfungsi Trombosit 25/08/2011 | Administrator Disfungsi Trombosit DEFINISI Pada beberapa penyakit, jumlah trombosit tetap normal tetapi trombosit tidak berfungsi secara normal, yaitu tidak mempu mencegah perdarahan. [ ... ] | Data Lainnya | |
















