| Gastroentritis |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 14 August 2008 03:22 | |||
|
Definisi
Gastroenteritis adalah istilah umum yang digunakan untuk kelompok keadaan yang disebabkan oleh infeksi dan menimbulkan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual, muntah, diare ringan sampai berat, kram, dan rasa tidak nyaman pada perut. Penyebab
Epidemi diare pada bayi, anak-anak dan orang dewasa, biasanya disebabkan oleh mikroorganisme dalam air atau makanan, yang terkontaminasi oleh feses terinfeksi. Infeksi juga bisa ditularkan dari orang ke orang bila seorang penderita tidak mencuci tangannya dengan baik. Infeksi oleh bakteri Salmonella bisa terjadi bila seseorang yang bersentuhan dengan reptil seperti iguana dan kura-kura, memasukkan tangan ke dalam mulutnya. Bakteri tertentu menghasilkan toksin yang menyebabkan sel-sel dalam dinding usus membuang air dan elektrolit. Toksin ini penyebab terjadinya waterry diarhea yang merupakan gejala kolera. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri Escherichia coli (E. coli) menimbulkan traveller's diarrhea (diare pada orang yang sedang melakukan perjalanan) dan lonjakan kasus diare di ruang-ruang perawatan di rumah sakit. Beberapa bakteri seperti strain tertentu dari E. coli, Campylobacter, Shigella dan Salmonella (termasuk yang menyebabkan demam tifoid) menyerang dinding usus halus. Bakteri ini merusak sel-sel di bawahnya, menyebabkan ulserasi-ulserasi kecil yang berdarah dan menyebabkan kehilangan cairan berisi protein, elektrolit dan air dalam jumlah cukup banyak. Selain bakteri, beberapa virus seperti Norwalk dan Coxsackie juga bisa menyebabkan diare. Enterovirus dan adenovirus juga bisa menyerang lambung dan usus halus di samping paru-paru. Beberapa parasit yang menyebabkan diare adalah Giardia lamblia dan Cryptosporidium. Giardia lamblia menimbulkan penyakit yang disebut giardiasis, dengan gejala mual, muntah, diare dan keadaan umum yang memburuk. Bila penyakit ini menjadi kronis, tubuh kesulitan untuk menyerap nutrien yang dibutuhkan dari makanan, disebut sindroma malabsorpsi. Cryptosporidium menimbulkan diare berair dibarengi kram perut, mual dan muntah. Pada orang sehat gejala ini biasanya ringan, tapi pada kasus kelemahan sistem kekebalan tubuh, infeksi bisa berat bahkan fatal. Giardia dan Cryptosporidium biasanya didapat dari konsumsi air yang terkontaminasi. Gastroenteritis bisa timbul karena mengkonsumsi toksin kimiawi yang ada dalam seafood, jamur dan kentang atau makanan yang terkontaminasi. Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna gula susu/laktosa) juga bisa menimbulkan keluhan ini. Gejalanya sering timbul setelah mengkonsumsi susu dan disalahartikan sebagai alergi susu. Menelan secara tidak sengaja logam berat seperti arsenik, timbal,merkuri atau cadmium dalam makanan atau minuman bisa menyebabkan mual, muntah dan diare. Banyak obat termasuk antibiotik bisa menyebabkan kram perut dan diare. Gejala Jenis dan tingkat beratnya penyakit tergantung pada jenis dan jumlah mikroorganisme atau toksin yang tertelan. Beratnya gejala juga berbeda-beda tergantung resistensi seseorang terhadap penyakit. Keluhan biasanya muncul sangat tiba-tiba dibarengi hilangnya nafsu makan, mual atau muntah. Gerakan usus biasanya dapat didengar, kram perut dan diare dengan atau tanpa darah dan lendir. Usus halus biasanya sangat teregang oleh gas sehingga menimbulkan nyeri. Penderita bisa demam, merasa tidak sehat, nyeri otot dan sangat kelelahan. Elektrolit-elektrolit tubuh terutama natrium dan kalium dapat hilang bersama cairan tubuh. Pada orang dewasa yang sehat, ketidakseimbangan elektrolit ini hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, tapi pada orang-orang yang sakit berat, anak-anak dan orang tua, hal ini bisa mengakibatkan dehidrasi yang membahayakan. Muntah-muntah dan diare yang berat bisa menimbulkan dehidrasi dan anjloknya tekanan darah (syok), hipokalemi (rendahnya kadar kalium darah) dan hiponatremi (rendahnya kadar natrium darah. Hiponatremi dan hipokalemi biasanya timbul jika penderita berusaha mengganti cairan yang hilang dengan minum cairan yang tidak atau sedikit mengandung garam. Ketidakseimbangan ini berpotensi untuk menjadi masalah serius. Diagnosa Diagnosa dapat ditegakkan hanya dari gejalanya saja. Tapi penyebabnya seringkali tidak diketahui. Kadang-kadang ada anggota keluarga atau teman kerja yang lebih dulu sakit dengan gejala yang sama. Kadang-kadang penderita mencermati timbulnya gejala setelah mengkonsumsi makanan yang kurang matang, sudah rusak atau terkontaminasi, seperti seafood mentah atau mayonaise yang sudah terlalu lama dalam lemari es. Suatu perjalanan ke daerah dan negara tertentu biasanya juga bisa memberikan petunjuk penyebab diare. Bila gejala sangat berat atau berlangsung selama lebih dari 48 jam, sampel kotorannya harus diperiksa di laboratorium untuk mencari sel-sel darah putih, bakteri, virus atau parasit. Pemeriksaan laboratorium terhadap muntah, makanan dan darah juga dapat membantu mengidentifikasi penyebab. Kalau diare tetap berlanjut selama beberapa hari, mungkin harus dilakukan pemeriksaan usus besar dengan kolonoskopi untuk menemukan adanya disentri amuba atau kollitis ulseratifa. Pengobatan Pada umumnya satu-satunya pengobatan yang diperlukan adalah minum cairan dalam jumlah yang cukup. Pada penderita yang muntah-muntah sekalipun, setiap kali harus minum sedikit air, karena air dapat memperbaiki dehidrasi yang pada gilirannya akan membantu menghentikan muntah. Bila muntah-muntah berlanjut atau penderita masuk ke dalam dehidrasi berat akan diperlukan pemberian cairan dan elektrolit melalui infus. Pada anak-anak dehidrasi lebih cepat terjadi, sehingga sejak awal harus diberikan cairan yang mengandung gula dan garam dalam jumlah yang cukup. Sebaiknya diberikan cairan-cairan rehidrasi yang tersedia di pasaran (oralit), karena minuman lain seperti soft drink, jus buah, teh dan minuman olahraga tidak mencukupi pada anak-anak dengan diare. Bila gejala membaik diberikan makanan rendah lemak seperti nasi, roti bakar dan pisang, kemudian pasien diawasi selama 12 - 24 jam. Bila setelah waktu itu diare belum berhenti, tapi tidak ditemukan darah sebagai indikasi infeksi bakteri yang berat, maka bisa dilberikan obat-obat seperti diphenoxylate, loperamide, atau bismuth subsalisilat. Antibiotika hanya diberikan pada diare oleh Shigella, Campylobacter atau Vibrio cholerae. Di luar itu antibiotika tidak diperlukan karena antibiotik sendiri bisa menyebabkan diare dan mendorong timbulnya bakteri yang resisten.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Sembuhkan Alergi Tanpa Jarum Suntik 26/05/2011 | Administrator PENYAKIT alergi umumnya ditimbulkan oleh faktor keturunan dan lingkungan. Kadang untuk memastikan faktor pemicu itu tidaklah mudah. Melalui berbagai jenis tes di Klinik Alergi dan Imunologi, pemicu it [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Trik Agar ASI Ibu yang Keluar Banyak 27/07/2011 | Administrator Setiap ibu yang baru melahirkan pasti ingin yang terbaik untuk buah hatinya termasuk memberikan ASI yang banyak. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan untuk menyukseskan ASI eksklusif. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Anemia Karena Perdarahan Hebat 25/01/2011 | Administrator Anemia Karena Perdarahan Hebat DEFINISI Anemia Karena Perdarahan Hebat adalah berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pengangkut oksigen) yang diseb [ ... ] | Data Lainnya | |
















