| Gangguan Stress Pasca Trauma |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 14 August 2008 03:32 | |||
|
Gangguan stress pasca trauma adalah suatu gangguan kecemasan yang timbul setelah mengalami atau menyaksikan suatu ancaman kehidupan atau peristiwa-peristiwa trauma, seperti perang militer, serangan dengan kekerasan atau suatu kecelakaan yang serius. Peristiwa trauma ini menyebabkan Anda memberikan reaksi dalam keadaan ketakutan, tak berdaya dan mengerikan. Mengalami penderitaan akibat perlakuan kejam yang berulang, ikut perang, atau menyaksikan serangan teroris di Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001 adalah contoh insiden yang menakutkan yang mungkin mengarah pada gangguan stres pasca trauma pada mereka yang mengalaminya atau terlibat langsung di dalamnya.
Gejala-gejala umum meliputi :
* Kenangan yang muncul kembali dalam ingatan dan berulang-ulang, sangat mendalam dan mengganggu akibat peristiwa tersebut. * Berusaha menghindari keadaan-keadaan yang mengingatkan Anda pada peristiwa tersebut. * Menjadi mati rasa secara emosional dan suka menyendiri. * Sulit tidur dan konsentrasi, ketakutan atas keselamatan pribadi. Bila gejala-gejala gangguan stres pasca trauma menjadi parah, gangguan tersebut menimbulkan ketidakmampuan. Apa sebabnya beberapa orang dari mereka akan berkembang menjadi gangguan stres pasca trauma setelah mengalami peristiwa yang sama adalah tidak jelas. Resiko akan mengalami gangguan stres pasca trauma meningkat oleh karena banyak faktor, termasuk intensitas beratnya peristiwa yang dialami, sejauh mana Anda terlibat di dalamnya, dan seberapa hebatnya Anda bereaksi. Sementara itu penyebab sebenarnya dari gangguan stres pasca trauma tidak diketahui. Anda beresiko tinggi menderita gangguan stres pasca trauma jika Anda mempunyai riwayat keluarga yang mengalami depresi. Kemungkinan lain adalah dilepaskannya hormon-hormon tertentu oleh otak ( misalnya kortisol ) dan zat-zat kimia lainnya sebagai respons terhadap rasa takut. Hormon-hormon dan zat-zat kimia ini juga akan membangkitkan kenangan-kenangan tersebut. Orang-orang dengan ketidakseimbangan zat kimia tertentu dalam otaknya mungkin resiko terjadinya gangguan stres pasca trauma akan meningkatkan. Gangguan stress pasca trauma berkembang dalam waktu 3 bulan setelah mengalami trauma, walaupun mungkin mula-mula terjadi pada bulan-bulan atau tahun-tahun berikutnya. Gejala-gejala berakhir kira-kira 3 bulan dan ini terjadi pada sebagian dari mereka dengan gangguan stres pasca trauma. Penderita lainnya mengalami gejala yang hilang timbul beberapa kali selama beberapa tahun. Gangguan stres pasca trauma dapat diobati dengan baik. Terapi yang dilakukan berupa konseling dan kadang-kadang menggunakan obat-obatan ( seperti antidepresan ). Pengobatan awal adalah penting dan mungkin membantu mengurangi gejala-gejala jangka panjang. Sayangnya, kebanyakkan orang tidak mencari pengobatan dan tidak mengetahui gejala-gejala gangguan stres pasca trauma bahkan oleh seorang perawat sekalipun. Keadaan-keadaan lain sering terjadi bersamaan dengan gangguan stres pasca trauma ini, seperti depresi dan penyalahgunaan zat.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Beragam Screening Tests untuk Pria 15/04/2009 | Administrator Pria kerap merasa dirinya lebih kuat dan sehat daripada wanita. Mereka akan "menyerah" tak berdaya saat terbaring sakit. Padahal jika dideteksi sejak awal, penyakit itu mungkin bisa dicegah. | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Ayo Diet Demi Sperma Sehat! 26/06/2009 | Administrator Diet demi bentuk badan pasti. tapi tahukah Anda bahwa diet juga bisa membantu pria memperbaiki kualitas spermanya. Seperti yang dibuktikan pada penelitian berikut! | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Penyakit Granulomatous Kronis 07/01/2011 | Administrator Penyakit Granulomatous Kronis DEFINISI Penyakit granulomatous kronis adalah penyakit immunodeficiency turunan dimana phagocytes (neutrophils, eosinophils, monocytes, dan macr [ ... ] | Data Lainnya | |
















