| Suntikan di Lengan untuk Fertilisasi In Vitro |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Monday, 11 August 2008 05:38 | |||
|
(Health Scout News) – Sekelompok dokter Eropa menggunakan suatu tehnik suntikan tanpa jarum untuk membuat fertilisasi in vitro.
Pemberitahuan tersebut dibuat hari ini pada pertemuan Reproduksi Manusia dan Embriologi Masyarakat Eropa di Vienna, Austria. “ Penelitian ini berhasil, tingkat keberhasilan hamil adalah 25 % dan kurang invasif dibandingkan dengan metode konvensional, ” kata dr. Stuart Lavery, pimpinan dalam penelitian ini dan juga ahli pengobatan dan bedah reproduksi pada Rumah Sakit Hammersmith di London.
Pasien – pasien tersebut telah melewati siklus sebelumnya dengan menggunakan metode jarum konvensional dan mereka berpikir dengan cara inilah hasil yang diharapkan akan diperoleh. Angka keberhasilan hamil 25 % adalah sama dengan cara tehnik konvensional fertilisasi in vitro ( IVF ). “ Walaupun cara ini tidak baru, jika terbukti efektif maka akan mudah melewati suatu siklus, ” kata dr. Susan Lobel, direktur program IVF pada Maimonides Medical Center di Brooklyn, New York. Alat itu disebut dengan J – Tip, yang sebenarnya dikembangkan untuk anestesi lokal pada anak – anak, juga untuk keperluan lain termasuk vaksinasi, Lavery menambahkan. Ini merupakan aplikasi pertama dalam bidang reproduksi. Tehnik in vitro terbaru ini dengan menyuntikan hormon untuk merangsang ovarium sehingga menghasilkan sel telur yang banyak.Telur-telur tersebut dipulihkan kemudian dibuahi di luar tubuh kemudian embrio – embrio tersebut dimasukkan kembali kedalam rahim ibu. Terapi hormon diberikan dengan cara disuntikan, umumnya diberikan setiap hari selama sebulan, tetapi kadangkala dapat diberikan dua hingga tiga kali sehari, kata Lobel. Cara pemberian hormon pada pasien adalah dengan suntikan dan masih dilakukan hingga sekarang, hal ini menjadi masalah karena pasien tidak senang disuntik, jelas Lobel. Kebanyakan pengobatan yang ada saat ini dapat disuntikan dibawah kulit daripada intramuskular, tetapi kedua cara tersebut tetap menggunakan jarum. Para peneliti di Eropa mencoba J – Tip tersebut pada 20 pasien yang berusia diantara 20 hingga 30 tahunyang sedang menjalani pengobatan IVF. Empat pasien dikeluarkan dari penelitian dan empat wanita tetap bertahan karena hamil. Penggunaan alat tunggal ini yang bentuknya seperti pulpen. Kedalamnya diisikan hormon dengan dosis yang tepat dan ditempatkan di perut. Suatu tekanan gas karbon dioksida pada alat tersebut akan menekan hormon dengan tekanan yang tinggi sehingga hormon masuk melalui celah – celah antara sel – sel kulit. Tidak ada luka memar bekas suntikan tersebut, kadang-kadang tanda kemerahan yang kecil dan bertahan sekitar sejam, kata Lavery. Prosedur tersebut secara keseluruhan tidak menyakitkan. Lavery juga pernah mencoba alat tersebut pada dirinya sendiri sebanyak 35 kali dengan menggunakan air maupun obat – obatan. Terasa seperti cubitan kecil, sensasi tersebut akan menjadi lebih nyaman pada suntikan berikutnya. Alat ini belum ada izin untuk diperdagangkan, meskipun ada perusahaan yang ingin mengontraknya. J – Tip harus mendapatkan izin dari Badan Administrasi Makanan dan Obat – Obatan Amerika Serikat ( FDA ) sebelum dipasarkan. Lavery berpendapat mungkin ada pasangan yang mendapatkan kemajuan pengobatan dengan alat tersebut. Selama penelitian ada beberapa “ suntikan basah ” ( wet injection ) terjadi, hal ini jika penetrasi J – Tip ke dalam kulit tidak secara penuh sehingga ada hormon yang keluar. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, maka dosis hormon yang diberikan harus tepat. Metode J – Tip tersebut masih perlu penyempurnaan dan modifikasi untuk mengurangi terjadinya suntikan basah ini. Sehingga ada perusahaan yang membuat pengaman di sekitar ujungnya. Harus lebih banyak lagi percobaan-percobaan dilakukan sebelum J – Tip menjadi bagian umum dari IVF.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Seks Pasca Operasi Prostat 7- 2008 21/04/2010 | Administrator Anda yang mengidap kanker prostat dan berpikir untuk mengangkat kelenjar tersebut, kini dapat berbesar hati bahwa akan sangat memungkinkan untuk mengembalikan aktivitas seksual Anda, pasca operasi ter [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Kiat Tepat Memakai Kondom 21/05/2009 | Administrator Bila Anda dan pasangan sepakat memutuskan menunda kehamilan, sudah saatnya memakai alat kontrasepsi. Namun, masalah kontrasepsi ini jangan seluruhnya ditimpakan kepada wanita. Anda pun bisa turut sert [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Syok Septik 24/01/2011 | Administrator
Syok Septik
DEFINISI
Syok Septik adalah suatu keadaan dimana tekanan darah turun sampai tingkat yang membahayakan nyawa sebagai akibat dari sepsis. | Data Lainnya | |















