| Anoreksia, Tren atau Kelainan? (Tamat) |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Thursday, 07 August 2008 06:43 | |||
|
Dalam artikel terdahulu sudah dibahas mengenai tanda-tanda penderita Anoreksia, meski faktor pencetus munculnya kelainan ini belum dapat diketahui secara pasti.
Bagaimana perilaku seseorang yang mengidap Anoreksia nervosa? Mereka biasanya tergila-gila mempelajari makanan dan kalori, menimbun, menyembunyikan dan dengan sengaja membuang makanan. Mereka ini rajin mengumpulkan resep makanan dan menyiapkan makanan untuk orang lain, tidak untuk dirinya sendiri.
Hampir separo dari penderita Anoreksia tetap mengonsumsi makanan mereka untuk kemudian memuntahkannya kembali dengan memasukkan jari ke mulut, atau meminum larutan pencahar. Sebagian lain benar-benar mengontrol jumlah makanan yang masuk atau melakukan olah raga berlebihan untuk membakar kalori yang masuk. Pada perempuan, berhentinya menstruasi kerap terjadi sebelum penurunan berat badan yang berlebihan. Selain siklus bulanan terhenti, penderita Anoreksia juga kehilangan gairah bercinta (berlaku juga bagi laki-laki). Tidak terdapat gejala-gejala kekurangan gizi dan yang mengherankan, mereka bebas dari infeksi. Penderita Anoreksia sering merasa depresi dan tak jarang berbohong mengenai jumlah makanan yang mereka makan dan menyembunyikan kebiasaan muntah serta kebiasaan makan mereka yang aneh. Dari sisi perubahan hormonal, penderita Anoreksia akan kekurangan hormon estrogen dan tiroid, di sisi lain terjadi peningkatan kadar hormon kortisol. Jika penderita mengalami kekurangan gizi yang serius, maka bisa terjadi kelainan pada berbagai organ tubuh utama, misalnya jantung. Kerja jantung menjadi semakin lemah dan memompa lebih sedikit darah ke seluruh tubuh. Penderita mudah mengalami dehidrasi dan cenderung sering pingsan. Muntah dan pemakaian obat pencahar akan semakin memperburuk keadaan ini. Dalam kasus ekstrim, bisa terjadi kematian mendadak, yang kemungkinan disebabkan oleh irama jantung yang abnormal. Bagaimana solusinya? Penderita kelainan Anoreksia nervosa dapat diobati, yaitu dengan mengembalikan berat badan normal serta terapi psikis yang diimbangi dengan pemberian obat-obatan. Penderita didorong makan, jika tidak mau lewat mulut akan dilakukan lewat infus (di rumah sakit). Jika penurunan berat badan kurang dari 25% berat badan normal, penderita tak harus dirawat di rumah sakit, namun tetap harus didampingi pakar gizi dalam mengatur pola makan, sembari terapi psikis untuk 'meluruskan' cara pandangnya mengenai bentuk badan.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Vitamin dan Mineral untuk Cegah Depresi 09/06/2010 | Administrator Makanan yang kaya akan asam lemak omega-3, seperti kacang-kacangan serta minyak ikan misalnya ikan salmon, ikan tuna, trout, dan makarel, juga dinilai bermanfaat untuk mengurangi depresi. Penelitian D [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Keringat Pria Bangkitkan Gairah Wanita 08/11/2009 | Administrator Bau keringat tak selamanya menimbulkan kesan menjijikkan. Bahkan, keringat yang mengalir di sekujur tubuh pria justru bisa merangsang birahi perempuan. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Contact Ulcers 07/07/2011 | Administrator Contact Ulcers DEFINISI Contact Ulcers adalah luka/koreng yang terasa nyeri pada selaput lendir yang membungkus kartilago (tulang rawan) tempat melekatnya pita suara. [ ... ] | Data Lainnya | |















