| Osteoporosis Tak Hanya Milik Kaum Wanita, Pria Juga! |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Wednesday, 28 November 2007 13:58 | |||
|
Mungkin sedikit mengejutkan bahwa pada kenyataannya osteoporosis juga bisa menyerang kaum pria. Kita semua tahu bahwa osteoporosis merupakan kasus yang cukup membahayakan fisik pada wanita bahkan dapat menyebabkan kematian. Sekitar 20% yang menderita patah tulang karena osteoporosis akhirnya meninggal dalam kurun waktu setahun. Tapi kita sepertinya tidak terlalu memperhatikan bahwa osteoporosis juga merupakan ancaman bagi kaum pria. Survei membuktikan bahwa satu dari tiga kasus osteoporosis terjadi pada pria. Dan untuk kasus patah tulang akibat osteoporosis, angka kematian pada pria lebih tinggi dibandingkan dengan wanita.Penanganan yang harus dilakukan adalah dengan mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dengan menangani kasus osteoporosis lebih dini, baik pada wanita maupun pria. Waktu yang tepat untuk menanganinya adalah sebelum kita mendapatkan cedera patah tulang akibat osteoporosis. Perlu diingat, osteoporosis merupakan penyebab kerusakan tulang dan kita semua (pria, wanita, tua maupun muda) perlu melakukan pencegahan dan penanganan osteoporosis sedini mungkin. Untuk melakukan pencegahan, kita harus tahu faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis. Ada beberapa faktor yang berperan terhadap terjadinya osteoporosis. Pertama faktor keturunan atau ras, yang berarti kita tidak bisa terlalu banyak melakukan intervensi dengan mengganti gen penyebabnya. Biasanya risiko itu meningkat pada ras kulit putih, seperti Eropa atau Asia. Yang kedua adalah faktor usia. Semakin tua usia seseorang, maka akan semakin besar kemungkinannya terkena osteoporosis. Kemudian yang ketiga adalah faktor lingkungan, misalnya: * Mendapatkan pengobatan jangka panjang (seperti kortikosteroid dan anti kejang) * Efek dari penyakit lain, seperti hipotiroidisme atau sindroma malabsobsi * Mendapatkan menopause dini Dari beberapa faktor tersebut, memang terlihat sulit untuk dihindari. Namun, ada beberapa faktor risiko yang mudah sekali dihindari untuk mengurangi terjadinya osteoporosis, yaitu: * Hilangkan kebiasaan merokok * Berolahraga untuk menguatkan otot sekaligus menguatkan tulang (misalnya jalan, jogging, dll.) * Konsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D (bagi Anda yang telah berusia di atas 50 tahun atau memiliki faktor risiko osteoporosis yang tinggi, sebaiknya mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D) * Jangan terlalu banyak mengonsumsi kafein atau alkohol * Jangan terlalu kurus. Lebih gemuk seseorang, lebih rendah mendapatkan faktor risiko osteoporosis
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Keringat Berlebih pada Pria 02/03/2009 | Administrator Mobiltias tinggi dengan segudang aktivitas bisa menimbulkan keringat berlebih. Hal itu bakal dialami wanita, pria, tua maupun muda. | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Trik Agar ASI Ibu yang Keluar Banyak 27/07/2011 | Administrator Setiap ibu yang baru melahirkan pasti ingin yang terbaik untuk buah hatinya termasuk memberikan ASI yang banyak. Ada beberapa cara yang harus diperhatikan untuk menyukseskan ASI eksklusif. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Anafilaksis (reaksi alergi akut) 07/01/2011 | Administrator
Anafilaksis (reaksi alergi akut)
DEFINISI
Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi yang bersifat akut, menyeluruh dan bisa menjadi berat. | Data Lainnya | |















