| Vaksin Thimerosal |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Tuesday, 05 August 2008 06:18 | |||
|
Apakah yang dimaksud dengan Thimerosal atau Merkuri?
Thimerosal adalah suatu bahan merkuri yang digunakan sebagai pengawet dalam berbagai macam vaksin seperti diphteri, tetanus, dan hepatitis untuk mencegah kontaminasi dari bakteri ataupun organisme lainnya, terutama untuk vaksin yang digunakan secara berulang atau split dose/multidose. Merkuri yang terdapat dalam Thimerosal (ethyl merkuri) berbeda dengan metil merkuri yang diasosiasikan sebagai material yang bereaksi toxic pada manusia. Dikarenakan sangat terbatasnya informasi mengenai toksisitas dari ethyl merkuri ini tidak berbeda dengan metil merkuri.
Yang menjadi latar belakang kekhawatiran dari penggunaan thimerosal ini sebenarnya adalah kemungkinan terjadinya akumulasi pengguna merkuri dari jenis vaksin yang berbeda. Sebagai pengawet batas ambang penggunaan thimerosal yang diperbolehkan adalah 0.003%-0.01% dan dalam HB VAX hanya mengandung 0.005%, jumlah yang sangat kecil sekalidan sangat aman. Sebagai informasi tambahan perlu diingat bahwa vaksin yang mengandung thimerosal sudah digunakan lebih dari 60 tahun diseluruh dunia, membantu menyelamatkan berjuta-juta anak dari ancaman penyakit yang berbahaya tanpa adanya laporan efek samping yang serius dari thimerosal tersebut. AAP (American Academy Pediatrics) dan WHO (World Health Organization) tetap merekomendasikan pengguanaan vaksin yang mengandung thimerosal sebagai benefit untuk pencegahan penyakit yang berbahaya dibandingkan kekhawatiran yang hanya bersifat teoritis semata terhadap thimerosal. Ini sumary, handling objection terhadap thimerosal adalah sebagai berikut : * Vaksin yang mengandung thimerosal sudah digunakan lebih dari 60 tahun di seluruh dunia. * Tidak ada bukti yang scientific tentang bahaya atau resiko dari thimerosal yang terdapat dalam vaksin, hanya kekhawatiran teoritis semaja. * Resiko atau bahaya dari infeksi penyakit hepatitis lebih nyata dan jauh lebih berbahaya dibandingkan issue tentang thimerosal. * WHO dan AAP tetap merekomendasikan penggunaan vaksin yang mengandung thimerosal ini. Apakah merkuri dan berapa batasan amannya Mercuri In Vaccines (Medical Progress-March 2003) Thimerosal digunakan sebagai pengawet dalam beberapa vaksin, sifat antimikrobanya tergantung dari kandungan kecil ethyl merkurinya sekitar (sekitar 12,5 sampai 25 g untuk dosis standar vaksin pada anak-anak). Para petugas di Amerika sudah membuktikan bahwa level merkuri pada bayi yang diberikan vaksinasi masih berada pada bayi yang diberikan vaksinasi masih berada pada batasan yang aman. Mereka melakukan study pada 31 bayi berusia 2 bulan, dan 30 bayi usia 6 bulan yang menerima vaksin dengan kandungan merkuri (40) atau vaksin yang bebas merkuri (21)-(hepatitis B dan DpaT, dan untuk beberapa anak termasuk juga Hib). Pemeriksaan dilakukan terhadap terhadap preparat darah, urine maupun kotoran 3-28 hari setelah vaksinasi. Diantara bayi usia 2 bulan yang diberikan vaksin yang mengandung merkuri, konsentrasi darah yang mengandung merkuri berkisar antara kurang dari 3.75-20.55 nmol/l. Sedangakan pada grup usia 6 bulan adalah kurang dari 7.5 nmol/l. Grup thimerosal mempunyai tingkat mercury yang lebih tinggi ditemukan pada kotoran, bukan pada urine. Adapun waktu paruh merkuri dalam darah adalah 7 hari. Merkuri dalam thimerosal diekskresikan atau dikeluarkan secara cepat melalui kotoran bayi. Konsentrasi pada darah setelah vaksinasi sangatlah rendah. Adapun konsentrasi yang aman pada darah adalah 29 nmol.l. Kesimpulan : Pemberiaan vaksin yang mengandung merkuri tidak menyebabkan konsentrasi merkuri pada darah yang melewati batas aman pada bayi. Etilmerluri kelihatannya diekskresikan dari darah secara cepat melalui kotoran setelah pemberian vaksinyang mengandung merkuri secara parerenta.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Keringat Berlebih pada Pria 28/03/2009 | Administrator Mobiltias tinggi dengan segudang aktivitas bisa menimbulkan keringat berlebih. Hal itu bakal dialami wanita, pria, tua maupun muda. | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Cara Mengatasi Kentut Agar Tidak Berbau Busuk 27/01/2011 | Administrator Meski kentut merupakan reaksi alami tubuh, tapi kentut yang terlalu sering dan berbau tentunya membuat orang malu. Agar kentut bisa normal dan tak berbau busuk ada beberapa cara yang dapat dilakukan. [ ... ] | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Kecemasan yang Disebabkan Gangguan Fisik atau Obat 07/01/2011 | Administrator Kecemasan yang Disebabkan Gangguan Fisik atau Obat DEFINISI Kecemasan bisa disebabkan oleh gangguan fisik atau penggunaan atau penghentian pemakaian obat. Gangguan fisik itu [ ... ] | Data Lainnya | |















