| Anak Autisma |
|
|
|
| Written by Administrator | |||
| Tuesday, 05 August 2008 06:20 | |||
|
Autisma adalah gangguan perkembangan yang kompleks, yang disebabkan oleh adanya kerusakan pada otak, sehingga mengakibatkan gangguan pada perkernbangan komunikasi, perilaku, kemampuan sosialisasi, sensoris dan belajar.
Seperti halnya anak-anak normal, penyandang autisma memiliki perbedaan dalam kemampuan dan perilaku mereka.
Masing-masing anak memiliki sekumpulan ciri-ciri yang unik serta kelebihan dan kekurangan tersendiri. Adapun karakteristik dari anak-anak autisma adalah sebagai berikut : 1. Hambatan dalam membentuk hubungan sosial: * Cenderung menyendiri dan tidak berinisiatif untuk melakukan kontak dengan orang lain maupun teman sebaya * Kesulitan dalam mengekspresikan emosi dan memahami perasaan orang lain * Kurang dapat bereaksi secara tepat terhadap perasaan dan emosi orang lain * Memperlakukan orang lain seperti obyek, hanya berinteraksi bila membutuhkan bantuan * Tidak mampu membentuk hubungan pertemanan clan berinteraksi sosial sesuai dengan usianya * Minat terbatas dan tidak dapat bermain secara akurat * Keterbatasan dalam ketrampilan sosial 2. Hambatan dalam komunikasi verbal maupun non verbal: * Keterlambatan atau kegagalan dalam perkembangan bahasa, yang mana tidak dikompensasikan dengan adanya penggunaan gesture * Kegagalan dalam merespon komunikasi orang lain, seperti misalnya tidak bereaksi bila dipanggil * Penggunaan bahasa yang repetitif dan stereotipi * Kebingungan dalam penggunaan kata ganti diri (saya menjadi kamu dan sebaliknya) 3. Pola-pola perilaku yang unik * Gerakan tubuh berulang-ulang yang mengganggu proses pelaksanaan tugas, seperti misalnya : mengepakkan tangan, menjentikkan jari, “rocking”, loncat-loncat, dsb. * Preokupasi pada bagian-bagian dari obyek atau keterikatan pada obyek tertentu * Tidak menyukai perubahan * Memaksakan untuk mengikuti rutinitas secara detil * Minat yang sangat sempit Selain ketiga ciri utama tersebut, anak-anak autisme dapat memiliki beberapa ciri lain seperti : * Respon terhadap rangsang sensoris yang abnormal o Perkembangan yang terhambat dan tidak seimbang diantara berbagai aspek o Tingkahlaku agresif atau menyakiti diri sendiri o Gangguan dalam pola tidur, kebiasaan makan dan kemampuan bina diri * Kesulitan dalam diskriminasi dan generalisasi Sampai saat ini belum ditemukan penyebab yang pasti dari gangguan autisma ini. Namun dengan semakin berkembangnya ilmu kedokteran maka dapat dideteksi bahwa terdapat kelainan neurobiologis pada Susunan Syaraf Pusat yang berupa pertumbuhan sel otak yang tidak sempurna pada beberapa bagian otak. Gangguan ini terjadi selama kehamilan yang bisa disebabkan oleh infeksi virus (Toksoplasma, CMV, Rubela, Herpes) dan jamur (Candida). Kecuali hal tersebut, faktor genetik juga memegang perananan penting dalam munculnya gejala-gejala autisma ini. Penelitian yang mutakhir juga menemukan adanya hubungan antara gangguan pencernaan dan autisma. Sebagian besar penyandang autisma ternyata tidak dapat mencernakan protein dari susu sapi (casein) dan tepung terigu (gluten) secara sempurna. Akibatnya terjadi gangguan pada fungsi otak yang akan memperburuk fungsi kognitif, perhatian dan perilaku.
|
Berita Terbaru
| Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H 25/08/2011 | Administrator Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 H, SusuKolostrum.com mengucapkan: | Berita Lainnya | |
Berita Kesehatan
| Panas Dalam Pertanda Banyak Gangguan 12/04/2010 | Administrator Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kelainan pada tubuh. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, tifus, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa [ ... ] | Berita Lainnya | |
Artikel Terbaru
| Alquran dan Sains: Manfaat Air Susu Ibu (ASI) 25/04/2012 | Administrator Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal Setelah proses penciptaan dan perkembangan janin sempurna, maka janin tersebut siap untuk meninggalkan tempat di mana selama ini ia tempati, y [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Artikel Kesehatan
| Implantasi Penis 01/06/2009 | Administrator Terapi untuk disfungsi ereksi (impotensi) biasanya cenderung menggunakan obat-obatan seperti viagra, levitra, dan cialis. Obat-obatan ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot kecil pada penis, seh [ ... ] | Artikel Lainnya | |
Tips Kesehatan
| Trik Jitu Membuat Perempuan Anda Orgasme! 08/11/2009 | Administrator Anda merasa kesulitan membuat perempuan Anda orgasme? Coba ikuti beberapa saran berikut. Anda akan membuat pasangan puas dan bahagia. | Tips Lainnya | |
Info Sehat
| Suplemen Ibu Hamil yang Halal 19/02/2009 | Administrator Produser susu instan memang lihai berdagang. Ibu hamil (bumil) dan menyusui pun dibidik. | Info Lainnya | |
Data Penyakit
| Lupus Eritematosus Sistemik 27/07/2011 | Administrator Lupus Eritematosus Sistemik DEFINISI Lupus Eritematosus Sistemik (Lupus Eritematosus Disseminata, Lupus) adalah suatu penyakit autoimun menahun yang menimbulkan peradangan dan [ ... ] | Data Lainnya | |
















