|
Kegemukan Sebabkan Komplikasi Saat Hamil |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Senin, 06 Oktober 2008 |
|
Kehamilan, selain membahagiakan juga kerap mendatangkan kecemasan, apalagi untuk perempuan berbadan subur yang biasanya akan mengalami komplikasi selama kehamilan dan sulit menjalani persalinan.
Hal tesebut diambil dari data kesehatan perempuan di Inggris yang telah melahirkan antara tahun 1976 dan 2005. Masalah kesehatan yang dihadapi oleh ibu hamil yang kegemukan tak hanya berdampak negatif pada ibu tapi juga janin yang dikandungnya.
Pada ibu, kegemukan akan membuat beban jantung jadi terlalu berat, selain itu tekanan pada pembuluh darah akan meninggi akibat tebalnya lemak. Risiko lain yang harus dihadapi adalah ibu bisa mengalami pre-eklamsia dan diabetes saat hamil (gestational diabetes).
Timbunan lemak di tubuh yang merupakan sumber kalorilah yang men-jadi biang keladi. Penyebabnya, hormon kehamilan (Beta HCG/Human Chorion Gonadotrophine) akan mengubah sebagian besar lemak dalam tubuh menjadi glukosa.
Akibatnya pada janin adalah lahir dengan berat besar (4-5 kilogram), atau sebaliknya lahir dengan berat rendah (di bawah 2 kilogram). Ini terjadi karena pasokan nutrisi janin berkurang akibat pembuluh darah ke plasenta yang menyempit, sehingga bayi tidak bisa berkembang optimal.
Jika dibandingkan dengan ibu hamil yang berat badannya normal, 50 persen perempuan yang gemuk cenderung mengalami perdarahan setelah persalinan dan beresiko dua kali melahirkan bayi prematur. Karena itu para peneliti menggolongkan ibu hamil yang kegemukan ke dalam kelompok beresiko tinggi dan harus mendapat penanganan khusus saat persalinan.
Karena itu perempuan yang berencana hamil sebaiknya menjaga berat badannya agar tidak berlebihan. Demikian juga ketika menjalani kehamilan, konsultasikan dengan dokter kandungan dan ikuti saran dokter demi kesehatan ibu dan janin.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 23 Juni 2008 )
|