|
Jauhkan Televisi dari Bayi Anda |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Senin, 08 September 2008 |
|
Agar si kecil anteng dan tak rewel banyak orangtua yang membiarkan anaknya asyik menonton televisi seharian. Padahal balita berusia di bawah dua tahun yang dibiarkan menonton televisi lebih dari dua jam sehari beresiko mengalami gangguan tumbuh kembang.
Pengaruh buruk televisi sebenarnya sudah disadari para orangtua, namun baru terbatas pada isi tayangan. Padahal berdasarkan studi terbaru yang dilakukan peneliti dari Selandia Baru kuantitas waktu yang dihabiskan di depan TV juga berdampak buruk. Diketahui anak-anak yang di masa kecilnya sering menonton televisi akan mengalami gangguan konsentrasi dan hiperaktif hingga 40 persen lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang jarang menonton TV.
Kesimpulan tersebut dihasilkan para peneliti setelah melakukan studi jangka panjang terhadap 1000 anak yang lahir antara bulan April tahun 1972 dan Maret 1973. Anak-anak berusia 5-11 tahun rata-rata menonton TV 2,5 jam tiap hari. Sementara itu anak berusia 13-15 tahun menghabiskan waktu di depan TV 3,1 jam setiap hari.
"Mereka yang di masa kecil sering menonton TV lebih dari dua jam sehari, terlebih hingga tiga jam memiliki gejala gangguan konsentrasi saat mereka dewasa," kata Carl Landhuis salah seorang peneliti, seperti dikutip reuters. Terlalu lama menonton televisi atau VCD akan membuat mata anak cepat lelah dan tidak sehat yang akhirnya berpengaruh pada saraf otak.
Selain itu para peneliti juga mengatakan jika sejak bayi anak sudah terbiasa menonton TV kebiasaan tersebut akan terbawa hingga dewasa, bahkan jika saat dewasa mereka sudah mengurangi waktu menonton TV, pengaruh buruk televisi juga tetap ada. "Kesimpulannya, pengaruh buruk televisi bersifat jangka panjang," kata Landhuis yang hasil penelitiannya dilaporkan dalam jurnal Pediatrics.
Sebelumnya para ahli juga berpendapat terlalu banyak menonton TV memicu obesitas dan penyakit diabetes pada anak, mengingat anak jadi malas bergerak dan melakukan aktivitas fisik. Jadi, jangan biarkan anak-anak menjadi maniak televisi.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 23 Juni 2008 )
|