|
Jangan anggap sepele kesehatan gigi dan mulut, infeksi gigi berat dapat mempengaruhi kesehatan secara umum, misalnya bakteri dari gigi menjalar ke organ jantung. Selain itu, kebersihan gigi dan mulut yang terabaikan akan menyebabkan napas tidak segar yang akan menghambat pergaulan. Karenanya, penting untuk mengetahui seluk beluk perawatan gigi.
Gigi yang sehat tak cukup hanya rapi dan putih, tetapi juga harus didukung oleh gusi yang kencang serta akar dan tulang yang sehat. Pada kondisi normal, dari gigi dan mulut yang sehat ini tidak tercium bau tak sedap. Kondisi tersebut hanya dapat dicapai jika kita merawatnya dengan cara rutin membersihkan gigi dua kali sehari, terutama setelah makan, ditambah dengan memeriksakan gigi ke dokter setiap enam bulan sekali.
Sayangnya hingga kini masalah kesehatan gigi masih menjadi prioritas kedua bagi masyarakat Indonesia. Padahal dari sakit gigi yang tampaknya sepele, bisa menjadi pemicu munculnya sejumlah penyakit berbahaya yang membutuhkan pengobatan mahal. Bahkan, penyakit gigi bisa membawa kematian. Informasi statistik rumah sakit di Indonesia tahun 2005 menunjukkan penyakit gigi kronis seperti penyakit pulpa dan periapikal termasuk dalam urutan 24 dari 50 daftar Peringkat Utama Kematian di Rumah Sakit Indonesia tahun 2004.
Kena organ lain Masalah gigi berlubang atau karies merupakan masalah yang kerap dialami orang Indonesia. Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004, prevelansi karies di tanah air mencapai 90,05 persen. "Karies menjadi salah satu bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat Indonesia," ujar drg.Zaura Rini Matram, MDS, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, bagian Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan.
Lubang tersebut menurut Rini bisa muncul karena sisa makanan yang terselip bersama bakteri tetap menempel di gigi. Jika tidak segera dilakukan penyikatan gigi, lama kelamaan akan terbentuk plak yang merupakan tempat pertumbuhan ideal bagi bakteri yang dapat memproduksi asam. Asam ini akhirnya menghancurkan email gigi dan menyebabkan gigi berlubang.
Selain itu kuman-kuman pada plak akan mengeluarkan racun yang merangsang gusi sehingga terjadi radang gusi, akibatnya gusi menjadi mudah berdarah. Keadaan ini jika terus dibiarkan akan berdampak pada bergeraknya gusi dari perlekatannya dengan gigi, sehingga mempengaruhi tulang pendukung dan ligamen (jaringan pengikat) sekitarnya dan menyebabkan tanggalnya gigi.
Akibat yang ekstrim dari terabaikannya dari kesehatan gigi dan mulut adalah kerusakan organ vital lain, seperti ginjal atau jantung. Hal itu terjadi karena gigi berlubang yang didiamkan menjadi sumber infeksi dan menyebarkan penyakit ke bagian lain di tubuh, seperti pada mata, hidung, jantung, atau pencernaan. Keadaan ini disebut sebagai infeksi fokal.
Selain rasa sakit, akibat nyata dari buruknya kesehatan gigi dan mulut adalah bau mulut tidak sedap. Selain karena faktor eksternal, seperti pengaruh makanan, kebiasaan merokok, serta pembersihan gigi yang tidak optimal, menurut Rini bau mulut seseorang juga bisa mengungkapkan adanya masalah kesehatan lain. "Orang yang mengidap diabetes biasanya memiliki bau manis (acetone breath) yang dapat dikenali oleh dokter gigi," katanya.
Perawatan tepat Perawatan gigi sejak dini akan meminimalkan kita dari komplikasi penyakit gigi yang membahayakan. Membersihkan gigi dua kali sehari, terutama setelah makan seharusnya menjadi kebiasaan. Namun berdasarkan data Profil Kesehatan di Indonesia, Departemen Kesehatan tahun 2001, faktanya baru 77 persen masyarakat yang memiliki kebiasaan menyikat gigi, itu pun baru 10 persen di antaranya yang menyikat gigi secara benar. Bahkan 22 persen orang Indonesia jarang atau tidak melakukannya.
Cara menyikat gigi yang benar harus dilakukan dengan gerakan memutar, karena selain membersihkan, gerakan ini tidak akan merusak gusi. Selain gigi, bersihkan pula lidah bagian atas karena di bagian ini kerap berkumpul bakteri. Gunakan sikat gigi berbulu lembut. "Patokannya kalau dipakai menyikat gigi tidak sakit, berarti sikatnya bagus," saran Rini.
Selain itu Rini juga mengungkapkan sering menyikat gigi akan membuat gigi lebih sering terpapar fluor. "Pasta gigi yang mengandung fluor akan membuat gigi mengalami re-mineralisasi, sehingga email gigi menempel kembali dan keasaman mulut bisa terjaga," jelasnya.
Selain melakukan perawatan harian, kunjungilah dokter gigi setiap enam bulan sekali untuk melakukan kontrol gigi. Yang tak kalah penting, jangan pernah menunda memeriksakan gigi ke dokter setiap ada gangguan gigi. Jangan menunggu sampai muncul rasa sakit yang berlebihan atau infeksi bakteri. Kalau sudah begini, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi.
|