|
Meskipun penyebab gangguan autistik hingga kini belum terungkap, namun pengalaman menunjukkan bahwa yang penting adalah mendeteksi gejala pada usia sedini mungkin. Salah satu yang disarankan oleh para ahli adalah mengecek apakah bayi pada usia satu tahun bisa merespon jika namanya dipanggil.
Sebenarnya anak sudah bisa dideteksi ketika ia berusia enam-tujuh bulan karena pada usia tersebut anak-anak sudah bisa berinteraksi dengan orangtuanya. Jika dia mengalami gangguan autis, maka biasanya dia tidak mau kontak mata dengan orang lain, terlalu diam atau malah terlalu ramai atau menangis terus. Tetapi berdasarkan riset yang dilakukan para ahli dari Amerika Serikat, gejala autis pada setiap anak berbeda-beda, karenanya mengecek secara rutin apakah balita bisa merespon saat dipanggil merupakan cara yang terbaik untuk mendeteksi adanya gangguan autistik. Dalam riset yang melibatkan lebih dari 150 balita ini, tim peneliti dari Universitas California Davis, AS, membagi responden dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah balita sehat sebagai grup kontrol dan kelompok kedua adalah balita yang memiliki risiko autis karena saudara kandung mereka juga mengalami gangguan autistik. Sebanyak 46 bayi berusia satu tahun yang masuk dalam grup kontrol berhasil melewati tes "panggil nama", mereka semua merespon satu-dua detik setelah nama mereka dipanggil. Sedangkan 101 bayi yang masuk dalam kelompok beresiko, hanya 86 persen yang ’lulus’ dalam tes tersebut. Lalu, 46 bayi dari kelompok beresiko tersebut diikuti perkembangan kesehatannya hingga usia mereka dua tahun. Sebelumnya, tim peneliti telah mencoba melakukan tes "panggil nama" saat para responden berusia sembilan bulan. Namun mereka dirasa terlalu muda untuk memberikan respon yang diharapkan. Meski bayi yang tidak lulus tes tersebut belum tentu mengalami autis, namun jika bayi secara berulang selalu gagal atau tidak merespon saat dipanggil, maka para orangtua disarankan untuk melakukan tes lanjutan untuk memastikan. Judith Gould dari National Autistic Society, AS, mengatakan memang deteksi dini bisa membantu mengoptimalkan kemampuan anak autis. Tetapi ia menambahkan bahwa tes yang dilakukan untuk menegakkan diagnosa autisme sangat banyak dan bervariasi. "Hanya karena bayi Anda tidak merespon saat namany adipanggil, belum tentu ia mengalami autisme, butuh pemeriksaan medis yang lebih lengkap untuk memastikannya," ujarnya. Tambahkan sebagai favorit (9) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 129
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |