|
Diare merupakan salah satu penyakit langganan yang sering dialami bayi baru lahir sampai dengan usia satu tahun. Meski tidak berbahaya namun diare dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Penelitian membuktikan bayi yang mendapat ASI (air susu ibu) lebih jarang terkena diare karena usus bayi yang menyusui didominasi oleh bakteri baik.
Sebelum memvonis anak terkena diare, sebaiknya bapak atau ibu mengetahui perbedaan diare dengan mencret biasa. Mencret adalah keluarnya kotoran yang berupa cairan atau lembek, sedangkan diare merupakan mencret yang lebih dari tiga kali, dapat berupa cairan berlendir atau mengandung darah. Anak yang diare umumnya rewel.
Bayi yang mendapat ASI memang kerap mengeluarkan kotoran yang lembek atau cair, namun kondisi ini bukanlah diare. Menurut dr. Badriul Hegar, Sp.A (K), Konsultan Gastroenterologi Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, bifidobakteria yang terdapat dalam usus bayi merupakan penyebab feses bayi lebih lunak.
"Di dalam ASI banyak terdapat oligosakarida yang akan merangsang pertumbuhan bakteri bifidobacteria. Bakteri baik dalam saluran cerna telah terbukti sangat bermanfaat untuk mencegah diare," paparnya dalam sebuah acara peluncuran Nestle Cerelac Gold, di Jakarta (23/10).
Sementara itu diare biasanya disebabkan oleh infeksi kuman, virus, atau amuba, akibat kebersihan makanan dan alat makan yang kurang baik. Karenanya kemungkinan bayi yang sudah mendapat makanan tambahan untuk terkena diare lebih besar dibandingkan dengan bayi yang menyusui ASI.
Oleh karena itu dokter Hegar menyarankan agar para orangtua tidak perlu khawatir memberikan ASI hingga anak berusia enam bulan. "WHO telah melakukan penelitian bahwa nutrisi yang terdapat dalam ASI cukup sampai bayi usia enam bulan," katanya.
Sebaliknya jika anak yang mendapat susu formula terserang diare, orangtua perlu menghentikan pemberian susu formula. Agar si kecil tidak sampai dehidrasi, cukupi kebutuhan cairannya dari air, oralit atau susu khusus diare yang mengandung kadar laktosa lebih rendah.
Pada dasarnya tidak sulit mencegah diare pada anak-anak. Kuncinya adalah selalu menjaga kebersihan lingkungan dan alat makan bayi, termasuk juga selalu mencuci tangan sebelum melakukan kontak dengan si kecil. Jika bayi sudah mendapat makanan padat, perhatikan kebersihan sejak dari pemilihan, pengolahan, hingga penyimpanan bahan makanan.
Tambahkan sebagai favorit (8) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 119
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |