Hijriah Date
Rajab
21
Jumat
1429 HIJRIAH
Berita Terbaru
Artikel Terbaru
Artikel Lainnya
Login Email Gratis
Member Area
Smart Naco Indonesia
Smart Naco International
Administrator
Main Menu
Home
Info Produk
Sertifikasi Halal & Mutu
Testimonial Indonesia
Testimonial Malaysia
Tanya Jawab
Harga Produk
Rencana Pemasaran
Jenjang Karir
Smart Support System
Cara Menjadi Member
Kode Etik Member
Pemesanan Produk
Pendaftaran Member Baru
Konfirmasi Pembayaran
Hubungi Kami
Alamat Mobile Stockist & Agen
Tabel Ongkos Kirim
Cara Pembayaran
Pencarian
Web Links
Gratis Untuk Anda
Kumpulan Video
Semua Ada Disini
Statistics
Pengunjung: 358331
Who's Online
Saat ini ada 4 tamu online
World Time Clock
Syndicate
RSS SocialNet
Add to MyYahoo!
Subscribe in NewsGator Online
Add to Newsburst
Add to Google
Add to My AOL
Add to Pluck
Subscribe in FeedLounge
Add to Windows Live
Add to NetVibes
Subscribe in Rojo
Subscribe in Bloglines
Add to MyMSN
Add to Plusmo for your cellphone
Add to PageFlakes
Add to Technorati
Add to BlinkBits

Google PageRank Plus

Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini682
mod_vvisit_counterKemarin931
mod_vvisit_counterMinggu Ini4302
mod_vvisit_counterBulan Ini20048
mod_vvisit_counterSeluruhnya127238


Advertisement


Jumat, 25 Juli 2008


Sehat Berkat Berpuasa... PDF Cetak E-mail
Penilaian Pengguna: / 0
BurukTerbaik 
Ditulis Oleh Administrator   
Sabtu, 15 September 2007
Puasa pada bulan Ramadhan, kenyataannya bukan hanya membersihkan jiwa, melainkan sekaligus meningkatkan kesehatan seseorang. Para ahli sepakat, puasa bisa digunakan sebagai salah satu metode pembersihan tubuh. Bahkan lebih dari itu, puasa bisa pula dimasukkan sebagai salah satu strategi antipenuaan.

Tak bisa dihindari, pengendalian diri merupakan unsur utama dalam berpuasa. Tentu, pengendalian diri di sini adalah pengendalian dalam pengertian sebenarnya, yaitu tidak sekadar menahan lapar dan haus dari pagi hingga petang.
Di masa puasa, seseorang pun harus mampu mengendalikan seluruh gerakan dan tindakan mata, telinga, lidah, bahkan bagian-bagian tubuh yang sangat pribadi dengan sangat baik. Semua itu dilakukan karena bulan Ramadhan juga berarti kemampuan mengendalikan kemarahan, lebih melakukan tindakan yang berguna, disiplin diri, untuk akhirnya menjadi manusia yang lebih baik.

Setidaknya hal itu menurut pandangan Prof Dr Mohammad Zafar A Nomani, pakar nutrisi dari Universitas Virginia Barat, Amerika Serikat. Dalam artikel berjudul Diet During Ramadhan, mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nomani menggarisbawahi, kemampuan mengendalikan diri itulah yang membuat seseorang bisa dengan tegas mengatakan, "saya sedang puasa" ketika menghadapi serangkaian tindakan yang bersifat kasar.

Menurut dia, menahan diri dari lapar, haus, dan tindakan kurang baik akan membuat seseorang lebih sehat secara mental. Karena itu, seseorang yang berhasil menunaikan ibadah puasa dengan penuh, diharapkan akan "terlahir" kembali menjadi orang yang lebih baik. Untuk memperkuat asumsi itu, Nomani mengutip penelitian yang dilakukan di Jordania dan Inggris. Pada bulan Ramadan, tingkat kejahatan di Jordania turun secara signifikan, sedangkan di Inggris, berbagai organisasi kesehatan setempat menggunakan masa berpuasa sebagai salah satu metode menghentikan kebiasaan merokok di depan umum.

Terukur dan tidak berlebihan

International Ramadan Fasting Research mengatakan, di saat berpuasa, tingkat metabolisme seseorang bergerak lambat atau menurun. Namun, kondisi ini justru memicu fungsi mekanisme lain yang biasa bergerak secara reguler. Dalam kondisi seperti ini, tubuh dan lemak yang ada justru dimanfaatkan secara efektif.

Nomani menegaskan, dengan makan di saat buka dan sahur secara proporsional, yaitu terukur, tidak terlalu banyak dan sesuai kebutuhan tubuh, puasa akan memperbaiki profile kolestereol di dalam darah, mengurangi asam lambung, dan mencegah sembelit serta problem pencernaan lain.

Ia menegaskan, problem kesehatan yang sering muncul di masa puasa, justru disebabkan oleh makan yang berlebihan di kala buka dan sahur. Hal itu tidak hanya mengganggu masalah kesehatan, tetapi sekaligus membuat diet tidak seimbang sehingga menyebabkan susah tidur. Namun lebih dari itu, Nomani mengingatkan, pola dan gaya makan yang berlebihan di masa puasa bertentangan dengan semangat dan tujuan utama puasa di bulan Ramadhan.

Dr Shahid Athar MD, pakar nutrisi juga dari Universitas Virginia Barat, memperkuat asumsi tersebut. Ia menekankan, mengistirahatkan organ pencernaan dari pagi hingga petang hari merupakan masa terbaik. Melalui artikel The Spiritual and Health Benefits of Ramadan Fasting, Athar mengatakan, mengistirahatkan organ pencernaan akan membantu seseorang mengontrol berat badan dan menurunkan kadar lemak.

Ditegaskan, menahan lapar dan haus selama sekitar 14 jam, sama sekali tidak berpengaruh buruk bagi kesehatan. Sebaliknya, di masa itu, terjadi pemusatan seluruh cairan di dalam tubuh yang menyebabkan dehidrasi ringan. Namun, tubuh sebenarnya memiliki mekanisme penyimpanan cairan sendiri. Karena itu, terjadinya dehidrasi ringan yang dibarengi dengan sistem penyimpanan air di dalam tubuh, kenyataannya, bisa meningkatkan harapan hidup seseorang atau menambah umur panjang.

Lebih dari itu, puasa pun memberi efek psikologis yang cukup positif. Setidaknya, puasa akan menurunkan tingkat gula dalam darah, kolesterol, dan tekanan darah. Karena itu, puasa Ramadhan justru direkomendasikan untuk perawatan para penderita diabetes non-insulin, obesitas, dan hipertensi pada tingkat ringan hingga moderat.

Puasa yang dijalankan secara seimbang dan baik, pada akhirnya berpengaruh pula pada tingkat keremajaan kulit. Secara umum dikatakan, menahan rasa lapar ketika masa puasa, mempercepat penghancuran jaringan tubuh yang telah rusak. Diimbangi dengan makanan dalam buka dan sahur yang penuh gizi, akan tumbuh jaringan baru untuk menggantikan jaringan yang rusak tersebut.

Penuaan

Dr Leon Chaitow, guru besar dari Universitas Westminster, London, Inggris, mengatakan, fase penuaan adalah akibat dari kehidupan itu sendiri. Seperti dikutip Lifeforce Plan.com, Dr Chaitow menekankan, menumpuknya toxic di dalam tubuh kadang tidak bisa dihindarkan. Karena, merupakan bagian proses alamiah manusia seperti pertumbuhan, pubertas, hingga menopause, yang telah terprogram di dalam sel-sel manusia.

Dalam hal ini, para ahli kemudian hanya mampu memperlambat proses tersebut. Kenyataannya, proses itu hanya bisa diperlambat dengan sistem yang dinamakan "pembatasan kalori".

Ia mengakui, sistem pembatasan kalori berhasil mencegah atau paling tidak memperlambat penuaan dan perusakan tubuh yang berakibat pada kematian.

Dr Chaitow menekankan, puasa menjadi salah satu metode terbaik untuk melaksanakan sistem "pembatasan kalori" tersebut. Nah, selamat berpuasa! ***

Tambahkan sebagai favorit (22) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 252

Menjadi yang pertama mengomentari artikel ini
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved





Digg!Reddit!Del.icio.us!Google!Live!Facebook!Slashdot!Netscape!Technorati!StumbleUpon!Spurl!Wists!Simpy!Newsvine!Blinklist!Furl!Fark!Blogmarks!Yahoo!Smarking!Netvouz!Shadows!RawSugar!Ma.gnolia!PlugIM!Squidoo!BlogMemes!FeedMeLinks!BlinkBits!Tailrank!linkaGoGo!Free social bookmarking plugins and extensions for Joomla! websites! title=
 
< Sebelumnya   Berikutnya >








Berita Terbaru
The Great Smart Business Seminar 2008

Rabu, 16 Juli 2008 | Administrator

The Great Smart Business Seminar 2008, Live for U Luar biasa!!! The Great Smart Business Seminar 2008 yang akan dihadiri para pembicara Top-Top Leader Smart Presidential Director (SPD) di 7 kota...
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Terbaru
Mulutmu, Harimaumu...

Rabu, 23 Juli 2008 | Administrator

Bau mulut yang ditimbulkan setelah kita menyantap makanan berbau tajam, seperti petai, jengkol, atau duren, tentu tak akan membuat kita pusing memikirkannya. Lain halnya jika bau tak sedap sudah...
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Berita Kesehatan
Kelopak Mata Bengkak, Waspadai Gangguan Ginjal

Jumat, 25 Juli 2008 | Administrator

Kelopak mata bengkak saat bangun tidur. Atau wajah, tangan, perut dan kaki bengkak. Waspadai gejala yang mengarah ke penyakit ginjal.
+ Selengkapnya

Berita Lain
Artikel Kesehatan
Kandungan Trans Fatty Acid dalam Makanan

Rabu, 28 November 2007 | Administrator

Food and Drug Administration (FDA) kini mengharuskan semua produk makanan kemasan mencantumkan label free trans fatty acid pada kemasannya. Perubahan tersebut tampaknya adalah hal yang kecil, kecuali...
+ Selengkapnya

Artikel Lain
Tips Kesehatan
Menangkal Serangan Alergi Pada Anak

Sabtu, 01 Desember 2007 | Administrator

Alergi sebenarnya bisa dihindari dengan mencermati berbagai hal yang menjadi pemicunya.Alergi bisa diartikan sebagai reaksi penolakan pada benda-benda tertentu. Bentuk penolakannya bisa...
+ Selengkapnya

Tips Lain
Info Sehat
Tip Percepat Bakar Kalori dan Lemak

Kamis, 10 Juli 2008 | Administrator

SELAIN banyak bergerak dan rajin berolah raga sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu mempercepat pembakaran kalori dan mengikis lemak yang menumpuk dalam tubuh Anda. 
+ Selengkapnya

Info Lain