|
Bersikap sabar, tidak gampang marah, dan menjauhi stres, tidak hanya membuat hidup lebih tenang tapi penyakit juga malas menyerang.
Anda mungkin sudah sering mendengar bahwa darah tinggi, malas olahraga, dan kolesterol, merupakan pemicu penyakit jantung. Tapi yang juga perlu Anda tahu, kebiasaan suka marah-marah atau emosi yang meledak-ledak juga meningkatkan risiko penyakit ini, meski tidak secara langsung. Seperti dilaporkan dalam jurnal Annals of Family Medicine, disebutkan bahwa bersikap marah-marah akan meningkatkan tekanan darah. Nah, saat darah tinggi, jantung bekerja ekstra berat akibat jantung harus memompakan darah lebih kuat dari normal. Lama kelamaan otot jantung menebal dan jantung membengkak. Pembengkakan berlangsung terus sampai satu titik, pada saat jantung tidak bisa berkompensasi untuk melar lagi. Pada saat itulah terjadi serangan gagal jantung. Demikian pula halnya dengan stres. Penelitian membuktikan orang yang mengalami stres menahun atau kronik, beresiko mengalami penyakit jantung, dibandingkan dengan orang yang tingkat stresnya rendah. Hal ini terjadi karena saat stres, sistem saraf kita menjadi aktif terus menerus. Selain organ jantung, stres juga diketahui menjadi penyebab kanker. Untuk menghindari penyakit-penyakit berbahaya tersebut, mungkin kita bisa mempraktekkan falsafah orang Jawa, narimo ing pandum, yang artinya, menerima apa yang diberikan Tuhan, serta menjalani hidup tanpa ngoyo alias santai sajalah... Tambahkan sebagai favorit (26) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 320
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |