Di bulan puasa ini, jangan lupa konsumsi makanan berserat. Selain mengatasi sembelit dan menurunkan kolesterol, makanan kaya serat juga efektif mengatasi maag dan memiliki sifat sebagai pembersih dalam perut yang efektif untuk mengusir bau mulut.
Sayuran dan buah-buahan merupakan sumber serat yang paling mudah dijumpai. Sayuran bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah atau pun matang, namun menurut sebuah penelitian, kadar serat dalam sayuran yang dimasak justru lebih meningkat. Menurut jenisnya, serat dibedakan menjadi serat yang larut dan tidak larut di dalam air. Serat yang larut di dalam air lebih mudah dicerna, yang tergolong dalam jenis ini misalnya buah-buahan seperti apel, stroberi, atau jeruk, biji-bijian, kacang-kacangan, oat, dan rumput laut. Sedangkan serat yang tidak larut di dalam air misalnya wortel, umbi-umbian, bekatul, dan lignin (terdapat pada batang, kulit dan daun sayur-sayuran). Baik serat yang larut dan tidak larut tersebut, sama-sama bermanfaat bagi kesehatan. Anda yang menderita sakit maag, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi serat saat berbuka atau sahur. Jenis sayuran seperti brokoli atau bawang bombay dapat meringankan nyeri perut akibat tukak lambung, sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri Helicobacter pylory yang menyebabkan kelainan fungsi lambung. Manfaat lain dari serat adalah mengatasi sembelit. Hal ini karena serat menyerap air ketika melewati saluran pencernaan sehingga meningkatkan ukuran feses. Namun jika asupan air rendah, serat justru memperparah sembelit. Untuk itu tambahkan dua gelas air dari kebutuhan enam gelas saat berbuka atau sahur untuk mengimbangi konsumsi serat. Sementara itu, konsumsi serat, terutama buah-buahan seperti semangka atau bengkuang, memiliki sifat sebagai pembersih, jadi selain membersihkan gigi sehingga mulut tak berbau, serat juga menyapu isi perut. Tak bisa dipungkiri, setiap bulan Ramadhan lidah dan perut kita dimanjakan oleh sajian khas bulan puasa yang nikmat dan lezat. Sayangnya, makanan tersebut biasanya mengandung lemak tinggi dan kolesterol. Untuk mengimbanginya, konsumsi serat yang memang sudah terbukti mampu mengikat kolesterol dan mengeluarkannya lewat tinja. Konsumsi suplemen serat sebaiknya hanya dilakukan jika kita tidak dapat memenuhi kebutuhan serat dari makanan yang kita santap setiap hari. Selain itu perhatikan jumlah dan frekuensi yang tepat sesuai petunjuk. Mengingat konsumsi serat yang berlebihan akan mengganggu penyerapan zat-zat gizi, vitamin atau mineral. Last update : 25-09-2007 20:48
|