Lebaran adalah waktunya menyantap hidangan lezat. Bagaimana tidak, di hari Raya tersebut setiap keluarga berusaha menyediakan makanan dan minuman terbaik. Namun, makanan enak bagi masyarakat kita identik dengan lemak dan minuman soda atau sirup berkadar gula tinggi.
Perubahan pola makan dari yang dua kali sehari selama puasa, lambung yang terbiasa kosong selama 14 jam, lemak yang berlebihan, kurang sayuran dan serat, terlalu banyak menelan makanan, adalah beberapa hal yang menyebabkan gangguan pencernaan. Hal ini seringkali menyebabkan rasa tidak nyaman di ulu hati, diare, atau keracunan makanan. Batasi konsumsi makanan berlemak secara berlebihan karena lemak yang berlebihan akan menyebabkan pengosongan lambung menjadi terlambat sehingga lambung menjadi begah. Akibatnya, kita akan merasa nyeri atau tidak nyaman di bagian ulu hati. Menurut penjelasan dr.Ari Fahrial Syam, SpPD, dari Departemen Penyakit Dalam RSCM, cukup banyak kasus keracunan makanan saat lebaran. "Biasanya datang ke dokter dengan gejala muntah dan berak-berak," katanya. Menurutnya, selain karena makanan yang tercemar dan lingkungan yang kurang bersih, daya tahan tubuh seseorang juga berpengaruh terhadap terjadinya keracunan. Gejala yang biasanya muncul setelah mengonsumsi makanan yang tercemar antara lain mual, muntah, diare, serta kram pada perut, kadang juga disertai demam. Jika tidak mendapat penanganan yang tepat penderita akan mengalami kekurangan cairan dan elektrolit. "Bila keadaan ini terjadi pada pasien yang mempunyai penyakit kronis tentu dapat menjadi fatal," papar Ari. Untuk menghindari keracunan atau diare, Ari menyarankan agar setiap makanan harus dimasak dengan baik agar bakterinya mati. Selain itu pilihlah rumah makan yang bersih jika ingin makan di restoran. Tak lupa, cucilah tangan dengan sabun setiap kali hendak menyantap makanan. Last update : 08-10-2007 22:29
|
Bakteri Lg..
By: Nitha (Guest) on 10-05-2008 19:12