|
Bulan Ramadhan diyakini sebagai bulan yang paling baik dari seribu bulan karena penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Oleh sebab itu semua orang ingin menjalankan puasa sebaik mungkin, termasuk juga mereka yang sudah berusia lanjut (lansia).
Sebenarnya dari sudut pandang agama para lansia mendapat "dispensasi" untuk tidak berpuasa, namun makin lanjut usia seseorang biasanya mereka justru bersemangat beribadah, kendati puasa selama 14 jam cukup berat dilihat dari aspek kesehatan. Lantas, bijakkah membiarkan kakek-nenek kita berpuasa, apalagi jika mereka sudah memiliki beragam penyakit? Berbagai penelitian telah dilakukan pada kelompok lansia dan hasilnya menunjukkan bahwa puasa mempunyai pengaruh cukup baik. Dalam survei berskala kecil yang dilakukan oleh Dr.dr.Siti Setiati, Sp.PD, KGer, di poliklinik Geriatri RSCM pada bulan Agustus 2007 lalu, diketahui sebanyak 91 persen pasien berusia 64-83 tahun yang disurvei mengaku berpuasa. Sebanyak 80 persen di antaranya berpuasa sebulan penuh, hanya 20 persen yang tidak sanggup melaksanakan puasa sebulan penuh karena alasan lemas dan tidak kuat. Para lansia di poli Geriatri tersebut rata-rata memiliki empat penyakit, di antaranya rematik, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung koroner. Selama berpuasa mereka mengaku merasa tubuhnya lebih segar. "Manfaat yang mereka rasakan adalah tubuh lebih segar dan berat badan berkurang, sedangkan keluhan yang biasa dialami adalah lemah dan lemas, serta perut perih," kata dr Siti. Penelitian juga menunjukkan setelah berpuasa, kadar kolesterol total menurun, asam urat menurun, juga kadar antioksidan yang dibutuhkan tubuh meningkat. Usia lanjut yang berpuasa juga tidak mengalami gangguan ginjal selama asupan cairannya terpenuhi. "Intinya lansia boleh saja berpuasa kalau kondisinya stabil, penyakitnya terkontrol, dan tidak ada infeksi akut," papar Siti. Selain berdampak pada fisik, ibadah di bulan Ramadhan juga memberikan efek psikologis. Seseorang yang berpuasa akan memiliki perasaan tenang dan damai, selain karena lebih dekat pada yang Di Atas, hal ini juga disebabkan kadar gula darah lebih stabil selama puasa. Perlu diwaspadai Menurut dr Siti, yang perlu diperhatikan pada lansia ketika berpuasa adalah asupan makanan dan minumannya sejak berbuka puasa sampai saat sahur. Demikian pula dengan obat-obatan yang harus mereka minum. "Konsumsi cairan yang cukup adalah sekitar 30-50 cc (8-10 gelas), jangan sampai kekurangan karena dehidrasi bisa memicu masalah kesehatan lain," katanya. Tanda-tanda dehidrasi pada lansia antara lain kehilangan kemampuan berkomunikasi, terlalu banyak tidur, nafsu makan berkurang, lidah menjadi kering. Karenanya lansia dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi air atau jus buah setelah berbuka puasa dan sebelum tidur. Meskipun puasa sudah diketahui memberikan banyak manfaat, namun Siti menegaskan sebaiknya lansia tidak memaksakan diri untuk berpuasa jika kondisi fisik tidak memungkinkan. |