|
Tiba di bulan Ramadhan biasanya kita tak mampu menahan godaan sajian lezat saat sahur dan berbuka, akibatnya berat badan semakin bertambah setelah lebaran. Padahal asal tahu kiatnya kita juga bisa kok menjalankan ibadah sambil terus menjalankan program melangsingkan badan.
Selama berpuasa sebulan penuh, biasanya pola makan dan minum kita ikut berubah. Bukan rahasia lagi jika Ramadhan telah menghadirkan sebuah kebiasaan memanjakan selera. Di bulan puasa ini, siapa yang tahan melihat menu khas Ramadhan yang lezat dan jarang ditemui sehari-hari. Menurut dr.Phaidon Toruan, MM, penulis buku Fat Loss Not Weight Loss, pola makan yang sehat seharusnya tidak semata-mata enak dan lezat saja, tetapi juga makanan sehat. "Di bulan Ramadhan, tidak perlu berdiet karena puasa itu sendiri sudah seperti diet. Yang perlu diingat adalah mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan buka puasa," katanya. Selama berpuasa, kita diminta untuk tidak makan dan minum selama sekitar 14 jam. Itu berarti kita mengurangi satu kali pola makan sehari-hari, hal ini bisa dipastikan dapat mengurangi berat badan. Yang beratnya normal pun, biasanya setelah sebulan berpuasa akan mengalami penurunan berat. "Kalau memang ingin langsing, bulan puasa bisa dipakai sebagai momentum," ujar Phaidon. Namun sayangnya teori tersebut sering tidak terbukti akibat pola makan kita sendiri. Menu makanan yang disajikan saat berbuka puasa, lebih istimewa lagi saat acara buka puasa bersama, pada umumnya berlemak, bersantan, goreng-gorengan, dan serba manis. Di balik makanan tersebut terkandung lemak dan kalori yang sangat tinggi. Sebenarnya jika kalori yang kita masukkan sama dengan yang kita pakai setiap hari, maka tubuh akan berada dalam keadaan seimbang. Sementara di bulan puasa biasanya kita justru mengurangi aktivitas dan tidak berolahraga, akibatnya kelebihan kalori tersebut akan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh kita. Jadi jangan kaget jika jarum timbangan terus naik. Lantas, bagaimana agar berat badan tetap terjaga? Phaidon menyarankan agar kita mengganti komponen makanan berlemak dengan makanan yang lebih sehat, misalnya nasi putih menjadi nasi merah, memilih daging rendah lemak, perbanyak sayur, buah, dan sebagainya. "Bila kita mengonsumsi nasi merah, tenaga akan lebih kuat dan tahan lama dibanding jika mengonsumsi nasi putih. Selain itu karbohidrat yang berasal dari nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga peluangnya untuk disimpan menjadi lemak lebih kecil ," paparnya. Dengan pola makan yang sudah sehat seperti itu, sempurnakan dengan olahraga ringan setiap hari. "Olahraga sedikit-sedikit saja di bulan puasa untuk membakar kalori. Saat melakukan ini semua, pikirkan saja hidup sehatnya, nanti langsingnya datang sendiri," katanya. Tambahkan sebagai favorit (15) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 313
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |