|
Ramadhan bagi sebagian orang adalah waktunya bermalas-malasan, termasuk libur olahraga. Padahal, untuk menjalankan ibadah puasa diperlukan stamina yang terjaga. Karenanya tetap lakukan kegiatan olahraga ringan agar tubuh lebih bugar dan puasa lancar.
Momentum bulan puasa, menurut dr.Phaidon L. Toruan, MM, penulis buku Fat-Loss Not Weight Loss, bisa dipakai untuk membiasakan diri hidup sehat. "Kebiasaan sehat dimulai dari makanan sehat dan olahraga," katanya. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tujuan dari melakukan kegiatan olahraga adalah untuk menjaga kesehatan, bukan mengejar prestasi. Jenis olahraga yang bisa dilakukan di bulan puasa juga tidak perlu yang berat hingga menguras tenaga. "Cukup lakukan olahraga ringan, sehingga kesannya tidak berolahraga tapi bergerak sedikit. Hal ini asal dilakukan konsisten hasilnya akan maksimal," kata dokter yang memiliki pengalaman menjadi pelatih kebugaran tim atlet nasional ini. Untuk orang yang sudah terbiasa melakukan kegiatan olahraga aerobik (bersepeda, joging, tread mill), misalnya, Phaidon menyarankan agar olahraga dilakukan 30-45 menit sebelum waktu berbuka puasa. Setelah olahraga sebaiknya beristirahat 10 menit sebelum menyantap hidangan buka puasa. "Justru saat kita diam dan beristirahat itu pembakaran lemak berjalan terus," ujarnya. Sedangkan untuk orang yang terbiasa melakukan latihan beban untuk membentuk otot, sebaiknya memilih waktu berolahraga setelah buka puasa. "Saat berbuka konsumsi madu, kurma, atau pisang, ketiga jenis makanan ini bisa memberikan energi instant," paparnya. Setelah itu baru melakukan latihan beban selama 20-30 menit. Sementara itu untuk menu berbuka puasa, Phaidon menyarankan agar kita mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti kurma, buah, atau madu karena membuat gula darah lebih stabil. Karbohidrat sederhana yang perlu dihindari adalah makanan yang mengandung terlalu banyak gula. "Jika gula darah melonjak naik, tubuh akan mengeluarkan insulin sehingga gula darah turun lagi, hal ini akan membuat tubuh lemas dan cepat mengantuk, selain itu membuat gemuk," katanya. Meskipun olahraga yang dilakukan sifatnya ringan, namun dalam melakukan olahraga tahap-tahap latihan haruslah benar, yang dimulai dari pemanasan, gerakan inti, dan diakhiri dengan pendinginan. "Pilihlah jenis olahraga yang memang kita sukai, ciptakan atmosfer yang menyenangkan agar kita lebih bersemangat, misalnya sambil mendengarkan musik nostalgia," demikian Phaidon. Tambahkan sebagai favorit (13) | Kutip artikel ini pada situs Anda | Dilihat: 232
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com All right reserved |